Radar Jember – Pembalap Trackhouse Racing, Ai Ogura, sukses mencuri perhatian lewat aksi kebangkitan yang luar biasa pada fase akhir balapan MotoGP Italia di Sirkuit Mugello.
Meski harus finis tepat di luar zona podium, performa spartan pembalap asal Jepang ini menuai decak kagum.
Ogura menghabiskan sebagian besar jalannya balapan di Mugello dengan tertahan di rombongan kedua. Namun, ia enggan pasrah finis di posisi kedelapan.
Memasuki lap-lap terakhir, Ogura mulai mengamuk. Ia sukses melibas Fermin Aldeguer sebelum terlibat duel sengit yang sangat intens dengan Marc Marquez.
Setelah berhasil menjinakkan sang juara dunia sembilan kali, Ogura langsung mengasapi Pedro Acosta untuk merebut posisi keempat.
Hebatnya, hanya dalam satu putaran saja, Ogura mampu memangkas jarak satu detik dari pembalap di posisi ketiga, Pecco Bagnaia.
Ogura kemudian melancarkan serangan pamungkasnya di tikungan terakhir. Namun, pengalaman berbicara di sini, dan Bagnaia punya keunggulan itu.
Juara dunia dari tim Ducati tersebut melakukan late braking yang cerdik, membuat Ogura melebar saat mencoba menyalip.
Alhasil, Bagnaia berhasil merebut kembali posisinya dan finis ketiga, sementara Ogura harus puas di posisi keempat.
Kendati gagal podium, Ogura langsung disambut tepuk tangan meriah setibanya di garasi tim.
Evaluasi Jalannya Balapan
"Kali ini saya sangat senang dengan start saya. Cara saya mengambil tikungan-tikungan pertama juga berjalan baik. Ritme saya lebih bagus dari pembalap di sekitar saya, terutama di trek lurus akhir. Sangat layak untuk mencoba manuver itu (terhadap Bagnaia, Red) di lap terakhir, tapi sebenarnya saya tahu itu tidak akan berakhir dengan podium,” ujar Ogura mengevaluasi balapannya.
Ogura juga membeberkan mengapa dirinya baru melancarkan serangan di akhir balapan.
"Tiga pembalap terdepan benar-benar cepat. Saya rasa saya tidak akan bisa mengimbangi ritme mereka, bahkan jika saya berada tepat di belakang mereka di posisi keempat. Tapi bersama Marc dan Fermin, ritmenya cocok untuk saya. Saya bisa menghemat ban di belakang mereka. Kemudian saya melancarkan serangan terhadap Fermin ketika melihat dia mulai kesulitan,” jelasnya.
Strategi yang diterapkan pembalap Trackhouse ini memang terbilang berbeda dari pembalap papan atas lainnya.
"Pembalap seperti Jorge Martin mungkin menghabiskan ban di awal untuk membuka jarak. Saya tidak melakukannya. Itu selalu bergantung pada pembalapnya dan itulah strategi mereka. Rencana saya adalah menjaga ban dan menyimpannya sedikit untuk bagian akhir,” urai Ogura.
Baca Juga: Dongkol Privasi Terusik di Paddock, Pecco Bagnaia Semprot Jurnalis di MotoGP Italia
Senggolan Panas dengan Marc Marquez
Di sisi lain, Ogura juga menceritakan momen menegangkan saat dirinya berduel ketat dengan Marc Marquez yang diakuinya berlangsung sangat agresif.
"Itu tidak sepenuhnya bersih. Ketika dia melihat saya, dia melepas rem. Saya rasa Tikungan 10 adalah salah satu titik paling kritis untuk ban depan di sini. Saat itu sudah terlambat, saya tidak bisa mengubah pikiran saya lagi. Saya tidak bisa mengerem lebih keras, karena jika itu dilakukan saya akan terjatuh. Ketika saya melepas rem, kami berdua sedikit melebar,” pungkasnya.
Editor : Imron Hidayatullahh