Radar Jember – Pembalap andalan Yamaha, Fabio Quartararo, blak-blakan mengakui bahwa motivasinya telah "lenyap" setelah menjalani akhir pekan yang sangat berat pada gelaran MotoGP Italia di Sirkuit Mugello.
Padahal, dalam dua seri sebelumnya di Le Mans dan Catalunya, juara dunia 2021 itu sempat tampil menjanjikan dengan menembus posisi enam besar.
Sayangnya, sensasi apik pada bagian depan motor YZR-M1 yang sempat ia rasakan justru menguap tanpa bekas saat mengaspal di Mugello.
Kondisi tersebut diperparah oleh trek lurus terpanjang dalam kalender MotoGP ini, yang semakin menelanjangi kelemahan performa mesin V4 milik Yamaha.
Sejat awal pekan, Quartararo bahkan sudah pasrah dan mengakui bahwa motornya bekerja jauh lebih buruk dari yang ia harapkan.
“Aku tak ingin kecelakaan, aku tidak ingin cedera di lintasan ini… kami tahu bahwa kami tersesat,” ungkap Quartararo, dikutip dari laman Crash.
Sebagai pembalap andalan utama Yamaha, El Diablo, julukannya, biasanya selalu menjadi yang tercepat di antara penunggang M1 lainnya.
Namun di Mugello, ia gagal menjadi yang terbaik di seluruh sesi latihan. Terpuruk di posisi ke-18 saat kualifikasi, pembalap asal Prancis ini hanya mampu finis ke-14 saat sesi Sprint, sebelum akhirnya melorot kembali ke posisi ke-18 pada balapan utama hari Minggu (31/5/2026).
"Jika kau tanya aku sekarang, aku katakan bahwa motivasiku sudah hilang,” ujar Quartararo.
"Kenyataannya adalah, tidak ada hal positif yang bisa dipetik dari hari Minggu ini,” tambahnya dengan nada kecewa.
Ia juga membeberkan keputusannya untuk tidak memaksakan diri demi menghindari risiko fatal di lintasan yang sangat cepat tersebut.
“Aku coba memaksa sedikit di pertengahan balapan, tapi sudah sangat dekat dengan batas kemampuan motor hingga akhirnya aku memutuskan melambat. Aku memilih untuk rileks dan menghindari risiko yang tidak perlu,” urainya.
Meski tengah terpuruk, mantan pemenang GP Mugello ini mencoba tetap berpikir realistis untuk seri-seri berikutnya.
Baca Juga: Dongkol Privasi Terusik di Paddock, Pecco Bagnaia Semprot Jurnalis di MotoGP Italia
"Aku tahu ketika kami tiba di sirkuit lain, aku mungkin akan merasa lebih baik daripada di sini dan kembali ke performa terbaikku. Namun saat ini aku sangat kecewa dengan kerja keras yang telah kami lakukan. Aku senang ini semua sudah berakhir,” pungkasnya.
Pada balapan kali ini, rekan setimnya, Alex Rins, menjadi pembalap Yamaha teratas dengan finis ke-12 saat Sprint, sementara Jack Miller menyelesaikan balapan utama di posisi ke-15 untuk tim Pramac Yamaha.
Editor : Imron Hidayatullahh