Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Punya Kenangan Manis Cetak Double Winner, Veda Ega Pratama Siap Unjuk Gigi Lagi di Sirkuit Mugello Italia

Imron Hidayatullahh • Jumat, 22 Mei 2026 | 16:39 WIB
Veda Ega Pratama, rider tim Honda Asia, di Moto3 Catalunya, Barcelona. (HRC)
Veda Ega Pratama, rider tim Honda Asia, di Moto3 Catalunya, Barcelona. (HRC)

Radar Jember – Seri balapan Moto3 berikutnya dipastikan bakal menjadi momen emosional dan krusial bagi pembalap muda andalan Indonesia, Veda Ega Pratama.

Seri grand prix yang akan digelar pada 29–31 Mei mendatang ini bakal menyuguhkan balapan di Sirkuit Mugello, Italia—sebuah lintasan legendaris sepanjang 5,2 kilometer yang menyimpan memori kejayaan luar biasa bagi Veda.

Veda menatap balapan ini dengan tingkat optimisme yang tinggi. Pasalnya, sirkuit bergengsi di Eropa tersebut bukanlah medan baru yang asing baginya.

Dalam kurun waktu dua musim terakhir, pembalap kelahiran Gunungkidul ini sudah mengantongi jam terbang empat kali mengaspal di Mugello dengan kurva performa yang terus menanjak tajam.

Baca Juga: Misi Veda Ega Pratama Ulangi Kejayaan Mugello di Moto3 Italia 2026 Berbekal Rekor Kemenangan Ganda

Jejak Rekam Positif Veda Ega di Lintasan Italia

Keterikatan positif antara Veda dan Sirkuit Mugello sejatinya sudah mulai terbangun sejak musim kompetisi 2024.

Saat berlaga di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup kala itu, ia sukses merampungkan dua balapan dengan finis di urutan kelima dan kedelapan.

Hasil tersebut menjadi modal dasar yang sangat penting bagi Veda untuk membaca karakteristik tikungan cepat khas Mugello yang menuntut nyali besar serta ketepatan dalam menjaga ritme motor di sektor flowing.

Puncak performa Veda akhirnya meledak di sirkuit ini pada musim balap 2025. Bersaing ketat dengan jajaran pembalap muda terbaik dunia, Veda yang kala itu berusia 16 tahun secara spektakuler menyapu bersih dua kemenangan sekaligus (double winner).

Baca Juga: Belum Pernah Juara, tapi Veda Ega Pratama Sudah Ungguli Dua Juara Seri di Klasemen Moto3 2026

Pada Race 1, Veda menembus garis finis dengan catatan waktu total 26 menit 31,484 detik dan membukukan kecepatan puncak (top speed) hingga 226,4 km/jam, membuktikan kelihaiannya dalam duel strategi memanfaatkan aliran angin (slipstream).

“Ini balapan yang sangat sulit. Saya mencoba melakukan hal yang sama seperti kemarin, memimpin di akhir. Hakim menyusul dari sisi luar di tikungan terakhir, tetapi saya yakin bisa melewatinya. Saya bergerak untuk memanfaatkan slipstream-nya dan saya lebih cepat darinya. Jadi, saya hanya menunggu momen yang tepat untuk keluar dan melewatinya,” kenang Veda saat menceritakan kembali taktik kemenangan pertamanya.

Raihan podium tertinggi ganda itu pun sempat membuat dirinya tidak percaya. “Kemenangan ganda, saya tidak percaya, saya tidak menyangka,” imbuhnya penuh antusiasme.

Kematangan Taktis di Sektor Pengereman Ekstrem

Dominasi Veda berlanjut pada Race 2 di musim yang sama. Ia kembali mengunci podium pertama dengan torehan waktu 26 menit 44,347 detik, di mana catatan top speed mekanisnya menanjak ke angka 227,8 km/jam.

Baca Juga: Apresiasi Media Italia untuk Veda Ega: Sensasi Terhebat Pabrikan Honda di Moto3 Catalunya 2026

Ini menjadikannya salah satu yang tercepat di grid balap. Ketenangan Veda saat berduel ketat roda ke roda dan kemampuannya menentukan momentum menyalip (overtake) di tikungan terakhir menjadi bukti bahwa gaya balap agresifnya sangat klop dengan tata letak Mugello yang memiliki trek lurus panjang.

“Tapi sekarang saya tahu saya bisa melakukannya, akhir pekan yang fantastis. Saya ingin berterima kasih kepada keluarga saya, sponsor, staf kejuaraan, dan semua orang yang mendukung saya dan saya tidak sabar menunggu balapan berikutnya,” ungkap Veda.

Sebagai salah satu sirkuit paling teknikal, kecepatan motor di Mugello bisa menembus lebih dari 220 km/jam, sehingga menuntut pengereman yang presisi. Pengalaman empiris bertanding empat kali di sini menjadi keuntungan besar bagi Veda dibanding para pembalap rookie lainnya.

Modal Finis Delapan Besar dari Seri Catalunya

Langkah Veda menuju Moto3 Italia 2026 juga didukung oleh tren performa yang menjanjikan pada seri sebelumnya di Catalunya, Spanyol.

Baca Juga: Veda Ega Kalah Top Speed dari Hakim Danish tapi Unggul Konsistensi Poin, Dipuji Media Italia

Meski harus memulai jalannya balapan dari posisi yang tak ideal, Veda memperlihatkan ketangguhan mentalitasnya dengan berhasil melakukan comeback hingga finis di urutan kedelapan.

Hasil positif di Catalunya menjadi indikator kuat bahwa proses adaptasi Veda di kelas Moto3 2026 berjalan sangat baik. Ia terbukti kian konsisten dalam menjaga ritme kecepatan (pace) dan tidak mudah kehilangan fokus saat bertarung sengit di dalam rombongan besar.

Kini, publik dan pencinta otomotif tanah air tengah menantikan apakah Sirkuit Mugello akan kembali bertransformasi menjadi panggung spesial bagi Veda Ega Pratama untuk menciptakan kejutan besar di level kejuaraan dunia.

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#moto3 2026 #veda ega pratama #mugello #Red Bull Rookies Cup 2025 #veda ega pratama naik podium