Radar Jember – Performa impresif yang ditunjukkan oleh Veda Ega Pratama di kejuaraan dunia Moto3 terus memicu decak kagum.
Pembalap andalan Honda Team Asia tersebut membuktikan bahwa modal utama untuk bersaing di level elite tidak melulu soal jumlah kemenangan, melainkan konsistensi memanen poin di setiap akhir pekan balapan.
Hingga tuntasnya seri keenam musim ini, rider muda berusia 17 tahun asal Gunungkidul tersebut tercatat sudah melakoni enam balapan sengit.
Dari seluruh penampilannya, Veda hanya sekali mencatatkan hasil buruk akibat gagal finis (did not finish) di Moto3 Amerika Serikat.
Baca Juga: Apresiasi Media Italia untuk Veda Ega: Sensasi Terhebat Pabrikan Honda di Moto3 Catalunya 2026
Sementara pada lima seri sisa yang berhasil ia tuntaskan, Veda secara luar biasa selalu mampu menembus zona sepuluh besar, atau lebih spesifiknya konsisten mengamankan posisi delapan besar dunia.
Kunci Sukses Berada di Jajaran Elite Dunia
Meski sejauh ini baru satu kali merasakan atmosfer podium lewat raihan tempat ketiga di Moto3 Brasil, kestabilan performa Veda menjadi kunci pendongkrak posisinya di tabel kejuaraan.
Sebelum sukses mengunci peringkat kedelapan di Moto3 Catalunya baru-baru ini, pembalap bernomor motor 9 tersebut sudah lebih dulu finis di posisi keempat di Sirkuit Bugatti Le Mans Prancis dan menduduki peringkat keenam di Moto3 Spanyol.
Baca Juga: Veda Ega Kalah Top Speed dari Hakim Danish tapi Unggul Konsistensi Poin, Dipuji Media Italia
Langkah debutnya bahkan sudah mencuri perhatian dunia sejak seri pembuka di Thailand kala ia berhasil menyentuh garis finis di urutan kelima.
Akumulasi performa solid tersebut membawa Veda kini mengoleksi total 58 poin dan berhak bertengger di peringkat kelima pada klasemen sementara Moto3 2026.
Menariknya, posisi Veda saat ini justru berada di atas dua pembalap yang sudah mengecap manisnya podium juara seri musim ini, yaitu David Almansa dan Guido Pini.
David Almansa yang merupakan jawara di seri pembuka Moto3 Thailand kini harus puas tertahan di peringkat ketujuh dengan raihan 52 poin.
Sementara itu, Guido Pini yang sukses finis terdepan pada seri Moto3 Amerika Serikat berada di urutan kedelapan dengan koleksi 46 poin.
Dominasi Mutlak Pemimpin Klasemen
Sejauh ini, satu-satunya pemenang seri balapan musim 2026 yang posisinya masih berada di atas Veda Ega hanyalah sang pemuncak klasemen, Maximo Quiles.
Pembalap berbakat asal Spanyol yang bernaung di bawah bendera CFMoto Aspar Team tersebut kokoh di urutan pertama dengan torehan fantastis 140 poin.
Dominasi Quiles di kelas ringan tahun ini memang terbilang mutlak setelah dirinya sukses menyapu bersih empat kemenangan seri dan dua kali keluar sebagai runner-up.
Menariknya, hingga bergulirnya seri keenam ini, belum ada satu pun pembalap lain di grid Moto3 yang mampu mengoleksi lebih dari satu gelar juara seri selain Quiles.
Keberhasilan Veda mengamankan posisi lima besar dunia, sejajar dengan perolehan angka Marco Morelli di peringkat keempat, membuktikan bahwa modal kompetisinya sudah sangat matang.
Kendati demikian, konsistensi pembalap Indonesia ini dipastikan akan terus mendapat ujian berat mengingat kalender balap Moto3 2026 masih menyisakan 16 seri panjang yang akan datang.
Editor : Imron Hidayatullahh