Radar Jember – Rivalitas dua talenta muda terbaik Asia Tenggara di kejuaraan dunia Moto3 2026 terus menyita perhatian publik.
Duel sengit antara rider andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, dan pembalap Malaysia, Hakim Danish, kini tidak hanya bermanifestasi pada perebutan angka di papan klasemen.
Melainkan juga merembet pada adu data performa serta catatan kecepatan puncak (top speed) di lintasan sirkuit.
Berdasarkan komparasi data telemetri dari seri Moto3 Catalunya dan Moto3 Brasil 2026, terdapat perbedaan karakteristik mekanis yang cukup kontras di antara motor kedua pembalap.
Veda Ega yang menunggangi motor pabrikan Honda Team Asia tercatat membukukan top speed tertinggi di angka 247,1 km/jam saat mengaspal di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Spanyol.
Di sisi lain, Hakim Danish yang membela bendera AEON Credit–MT Helmets–MSI sedikit lebih unggul dengan torehan 248,2 km/jam di atas motor KTM saat berlaga di Brasil, unggul tipis 1,1 km/jam atas Veda.
Adu Strategi di Tikungan dan Manajemen Race Pace
Kendati demikian, keunggulan performa di trek lurus terbukti tidak menjadi jaminan mutlak untuk mengamankan podium tertinggi.
Realitas tersebut tampak pada seri Moto3 Brasil 2026, di mana Hakim Danish menyentuh garis finis di urutan ketujuh, tepat satu posisi di depan Veda Ega yang menyudahi balapan di tempat kedelapan.
Jarak yang sangat rapat ini menegaskan bahwa kedua pembalap rookie ini sedang terlibat perang urat saraf yang sengit di rombongan tengah.
Sebaliknya, peta kekuatan berubah saat memasuki seri Moto3 Catalunya yang berlangsung pada 16–17 Mei 2026.
Di sirkuit ini, Veda Ega tampil jauh lebih impresif. Memulai balapan dari posisi start ke-20 yang kurang menguntungkan, pembalap asal Gunungkidul tersebut secara luar biasa melakukan serangkaian aksi overtaking bersih hingga sukses finis di peringkat kedelapan.
Penampilan heroik itu bahkan memicu apresiasi luas dari media otomotif terkemuka Italia, GP One, yang melabeli Veda sebagai pembalap Honda dengan performa terbaik di seri tersebut.
Dominasi Indonesia di Papan Klasemen Sementara
Secara kalkulasi poin di tabel klasemen sementara Moto3 2026, Veda Ega Pratama sejauh ini berada di koridor yang jauh lebih superior.
Ia sukses menembus peringkat lima besar dunia dengan akumulasi 58 poin. Lonjakan posisi ini disokong penuh oleh raihan sejarahnya saat berhasil merebut podium ketiga di Moto3 Brasil 2026, sebuah pencapaian perdana bagi pembalap berkebangsaan Indonesia di kelas Moto3.
Sementara itu, Hakim Danish yang unggul dalam aspek akselerasi jet darat masih didera pekerjaan rumah berupa stabilitas performa jika ingin menembus jajaran elite papan atas.
Meskipun masih tertahan di papan tengah, rider asal Negeri Jiran ini tetap menjadi figur yang wajib diwaspadai di setiap sirkuit karena keunggulan mekanis motornya di lintasan lurus.
Sisa musim yang masih panjang memastikan bahwa rivalitas antara Veda Ega Pratama dan Hakim Danish tidak lagi sekadar urusan adu cepat di sektor straight.
Melainkan tes kematangan taktik dalam mengelola degradasi ban, stabilitas race pace, hingga kecerdikan memanfaatkan slipstream.
Editor : Imron Hidayatullahh