Bukan Pay Rider! Terbongkar Skema Gaji Kontrak Murni Hakim Danish vs Rahasia Nilai Kontrak Veda Ega di Moto3 2026!

Imron Hidayatullahh • Dipublikasikan Selasa, 19 Mei 2026 | 13:53 WIB
Veda Ega Pratama di Jerez, GP Spanyol, (Instagram/veda_54)
Veda Ega Pratama di Jerez, GP Spanyol, (Instagram/veda_54)

Radar Jember – Kejuaraan dunia Moto3 2026 tidak hanya menampilkan rivalitas kecepatan di atas sirkuit, tapi juga menyingkap sisi finansial para pembalap muda di kelas entry-level ini.

Dua talenta emas asal Asia Tenggara, Veda Ega Pratama (Indonesia) dan Hakim Danish (Malaysia), kini menjadi pusat perhatian setelah keduanya berhasil mengamankan kursi di jajaran tim elite dunia melalui jalur yang istimewa.

Berbeda dengan jamaknya pembalap Asia terdahulu yang sering kali harus menyetor dana besar atau menjadi pay rider demi mendapatkan tempat, Hakim Danish Ramli justru mencetak sejarah baru.

Rider berusia 18 tahun asal Terengganu ini resmi mendapatkan kontrak profesional murni dari MSi Racing Team untuk semusim penuh di tahun 2026.

Baca Juga: Terkuak Misteri Motor Veda Ega Pratama: Melempem Saat Kualifikasi Tapi Mendadak Buas di Race Moto3 Catalunya!

Menurut Pengurus Pasukan SIC Racing, Zulfahmi Khairuddin, Hakim Danish akan menerima gaji pokok serta bonus langsung dari tim barunya tanpa perlu dibebani komitmen finansial yang tinggi untuk menyewa motor yang ditinggalkan Angel Piqueras tersebut.

Di sisi lain koridor, nilai kontrak Veda Ega Pratama bersama Honda Team Asia sejauh ini masih tersimpan rapat tanpa adanya rincian resmi yang dipublikasikan.

Kendati demikian, jika menilik rekam jejak prestisius rider kelahiran Gunungkidul ini, yang dipromosikan lewat jalur emas Asia Talent Cup dan Red Bull Rookies Cup, Veda diprediksi kuat menerima Team-funded Contract (Kontrak Standar Tim) dari pabrikan Honda.

Dalam skema industri balap global, kontrak jenis ini membebaskan pembalap dari status pay rider karena seluruh biaya operasional dipikul langsung oleh tim pabrikan.

Baca Juga: Lagi-lagi Comeback Imresif! Veda Ega Pratama Meroket dari Grid 20 Sabet Finis Ke-8 di Seri Moto3 Catalunya 2026

Jika membedah realita pendapatan di kelas Moto3, perputarannya memang bak bumi dan langit bila dibandingkan dengan kelas utama MotoGP.

Berdasarkan data industri, pendapatan rider di kelas menengah berkisar di angka 30 ribu hingga 150 ribu Euro (setara Rp500 juta hingga Rp2,5 miliar) per tahun.

Namun, untuk kelas Moto3, angkanya bisa jauh lebih merosot bahkan nihil jika sang pembalap minim sponsor. Meski begitu, pembalap dengan bakat spesial tetap bisa mengantongi angka yang menjanjikan.

Sebagai contoh, juara dunia MotoGP 2024, Jorge Martin, saat melakoni debut Moto3 pada usia 17 tahun bersama Aspar Team, mampu mengantongi gaji pokok 40 ribu Euro (sekitar Rp670 juta) ditambah bonus sponsor sebesar 70 ribu Euro.

Veda Ega sendiri telah membuktikan bahwa posisinya di Honda Team Asia bukan sekadar formalitas komersial.

Baca Juga: Ini Alasan Veda Ega Pratama Naik ke Grid 20 pada Race Moto3 Catalunya 2026! Akankah Kembali Merangsek ke Barisan Depan?

Hingga seri keenam Moto3 2026 berakhir, pembalap asal Indonesia ini sukses bertengger di posisi kelima klasemen sementara dengan raihan 58 poin.

Catatan ini menjadikannya sebagai rider debutan (rookie) terbaik sejauh ini, mengungguli Hakim Danish yang berada di posisi ke-11 dengan koleksi 27 poin.

Editor : Imron Hidayatullahh
pembalap Indonesia honda asia team hakim danish veda ega pratama moto3