Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Terkuak Misteri Motor Veda Ega Pratama: Melempem Saat Kualifikasi Tapi Mendadak Buas di Race Moto3 Catalunya!

Imron Hidayatullahh • Senin, 18 Mei 2026 | 15:10 WIB
Veda Ega Pratama di Sirkuit Catalunya, Barcelona. (HRC)
Veda Ega Pratama di Sirkuit Catalunya, Barcelona. (HRC)

Radar Jember – Keberhasilan Veda Ega Pratama mengunci posisi finis kedelapan di Moto3 Catalunya 2026 menyisakan teka-teki teknis yang menarik.

Publik bertanya-tanya bagaimana motor Honda Team Asia tunggangannya yang terseok-seok pada sesi kualifikasi bisa mendadak impresif dan kompetitif sepanjang balapan utama pada Minggu (17/5/2026).

Mengawali balapan dari grid ke-20 akibat gagal menembus babak Kualifikasi 2 (Q2) jelas menyulitkan.

Namun, jalannya balapan di Sirkuit Barcelona-Catalunya yang sarat aksi saling salip justru menjadi panggung pembuktian kedewasaan taktik bagi pembalap muda berjuluk The Rocket Boy ini.

Baca Juga: Lagi-lagi Comeback Imresif! Veda Ega Pratama Meroket dari Grid 20 Sabet Finis Ke-8 di Seri Moto3 Catalunya 2026

Strategi Jitu Manajemen Ban (Tyre Management)

Anomali lonjakan performa ini mengindikasikan bahwa tim mekanik Veda sengaja mengambil keputusan berisiko dengan menerapkan set-up motor yang murni dioptimalkan untuk race pace (ritme balap panjang), bukan untuk time attack (satu lap cepat kualifikasi).

Karakteristik Sirkuit Catalunya sendiri dikenal sangat abrasif dan kejam terhadap tingkat keausan ban (tire degradation).

Strategi ini terbukti jitu ketika beberapa pembalap agresif seperti Adrian Fernandez (Leopard Racing) justru kedodoran di akhir laga dan melorot ke posisi sembilan akibat kehilangan daya cengkeram ban.

Baca Juga: Ini Alasan Veda Ega Pratama Naik ke Grid 20 pada Race Moto3 Catalunya 2026! Akankah Kembali Merangsek ke Barisan Depan?

Memahami risiko tersebut, rider berusia 17 tahun asal Gunungkidul ini memeragakan ketenangan yang matang.

Usai melakukan start impresif dan merangsek ke posisi 13 di lap pertama, Veda secara cerdik menurunkan ritme motornya pada pertengahan lomba.

Manajemen ban ini sangat krusial guna menjaga grip agar tetap ideal untuk melakukan serangan pamungkas di putaran-putaran akhir.

Apresiasi Tinggi dari Hiroshi Aoyama

Kematangan strategi putra mantan pembalap nasional Sudarmono ini langsung menuai pujian khusus dari Manajer Tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama.

Legenda balap asal Jepang tersebut menilai daya juang Veda sangat luar biasa mengingat ketatnya rombongan balap.

Baca Juga: Tragedi Horor Alex Marquez di Catalunya 2026: Menguak Kerugian Miliaran Rupiah di Balik Remuknya Ducati Desmosedici

"Veda awalnya bergabung dengan grup kedua dan kemudian berhasil mengejar grup terdepan yang sedang berebut posisi podium. Ritme balap sangat tinggi dan ini bukanlah balapan yang mudah baginya, tetapi ia tidak pernah menyerah dan terus berjuang hingga lap terakhir,” ungkap Aoyama dalam rilis resmi tim.

Finis di posisi kedelapan setelah start dari posisi yang begitu jauh di belakang merupakan hasil yang sangat positif dan pengalaman penting lainnya bagi dia," tambahnya.

Tulang Punggung Tunggal Tim

Pencapaian di Catalunya kian menegaskan status Veda sebagai pembalap paling krusial bagi Honda Team Asia.

Baca Juga: Bagnaia Ketiban Hoki, Lolos dari Sanksi Malah Dapat Trofi Ketiga MotoGP Catalunya setelah Joan Mir Kena Penalti!

Hingga seri keenam Moto3 2026 berjalan, Veda menjadi satu-satunya pembalap yang konsisten menyumbang poin.

Terbukti, Honda Team Asia kini bertengger di peringkat keenam klasemen tim dengan total 58 poin, di mana seluruh angka tersebut murni diraih oleh Veda sendirian.

Sementara rekan setimnya yang sesama rookie, Zen Mitani, masih tertahan tanpa poin setelah hanya mampu finis di urutan ke-22.

Meski hasil ini menjadi momen pertama Veda finis di luar posisi enam besar (di luar insiden kecelakaan di GP Amerika), raihan delapan besar di Catalunya ini dinilai sangat masif.

Efisiensi taktik ini menjadi modal fundamental yang kuat bagi The Rocket Boy sebelum menantang seri berikutnya di Sirkuit Mugello, Italia, akhir bulan nanti.

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#honda team asia #the rocket boy #veda ega pratama #catalunya #moto3