Radar Jember – Keberhasilan Veda Ega Pratama mengunci posisi finis kedelapan di Moto3 Catalunya 2026 menyisakan teka-teki teknis yang menarik.
Publik bertanya-tanya bagaimana motor Honda Team Asia tunggangannya yang terseok-seok pada sesi kualifikasi bisa mendadak impresif dan kompetitif sepanjang balapan utama pada Minggu (17/5/2026).
Mengawali balapan dari grid ke-20 akibat gagal menembus babak Kualifikasi 2 (Q2) jelas menyulitkan.
Namun, jalannya balapan di Sirkuit Barcelona-Catalunya yang sarat aksi saling salip justru menjadi panggung pembuktian kedewasaan taktik bagi pembalap muda berjuluk The Rocket Boy ini.
Strategi Jitu Manajemen Ban (Tyre Management)
Anomali lonjakan performa ini mengindikasikan bahwa tim mekanik Veda sengaja mengambil keputusan berisiko dengan menerapkan set-up motor yang murni dioptimalkan untuk race pace (ritme balap panjang), bukan untuk time attack (satu lap cepat kualifikasi).
Karakteristik Sirkuit Catalunya sendiri dikenal sangat abrasif dan kejam terhadap tingkat keausan ban (tire degradation).
Strategi ini terbukti jitu ketika beberapa pembalap agresif seperti Adrian Fernandez (Leopard Racing) justru kedodoran di akhir laga dan melorot ke posisi sembilan akibat kehilangan daya cengkeram ban.
Memahami risiko tersebut, rider berusia 17 tahun asal Gunungkidul ini memeragakan ketenangan yang matang.
Usai melakukan start impresif dan merangsek ke posisi 13 di lap pertama, Veda secara cerdik menurunkan ritme motornya pada pertengahan lomba.
Manajemen ban ini sangat krusial guna menjaga grip agar tetap ideal untuk melakukan serangan pamungkas di putaran-putaran akhir.
Apresiasi Tinggi dari Hiroshi Aoyama
Kematangan strategi putra mantan pembalap nasional Sudarmono ini langsung menuai pujian khusus dari Manajer Tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama.
Legenda balap asal Jepang tersebut menilai daya juang Veda sangat luar biasa mengingat ketatnya rombongan balap.
"Veda awalnya bergabung dengan grup kedua dan kemudian berhasil mengejar grup terdepan yang sedang berebut posisi podium. Ritme balap sangat tinggi dan ini bukanlah balapan yang mudah baginya, tetapi ia tidak pernah menyerah dan terus berjuang hingga lap terakhir,” ungkap Aoyama dalam rilis resmi tim.
Finis di posisi kedelapan setelah start dari posisi yang begitu jauh di belakang merupakan hasil yang sangat positif dan pengalaman penting lainnya bagi dia," tambahnya.
Tulang Punggung Tunggal Tim
Pencapaian di Catalunya kian menegaskan status Veda sebagai pembalap paling krusial bagi Honda Team Asia.
Hingga seri keenam Moto3 2026 berjalan, Veda menjadi satu-satunya pembalap yang konsisten menyumbang poin.
Terbukti, Honda Team Asia kini bertengger di peringkat keenam klasemen tim dengan total 58 poin, di mana seluruh angka tersebut murni diraih oleh Veda sendirian.
Sementara rekan setimnya yang sesama rookie, Zen Mitani, masih tertahan tanpa poin setelah hanya mampu finis di urutan ke-22.
Meski hasil ini menjadi momen pertama Veda finis di luar posisi enam besar (di luar insiden kecelakaan di GP Amerika), raihan delapan besar di Catalunya ini dinilai sangat masif.
Efisiensi taktik ini menjadi modal fundamental yang kuat bagi The Rocket Boy sebelum menantang seri berikutnya di Sirkuit Mugello, Italia, akhir bulan nanti.
Editor : Imron Hidayatullahh