Radar Jember - Gelaran Sprint Race di Sirkuit Le Mans, Prancis, (9/5/2026), kembali memakan korban. Marc Marquez mengalami kecelakaan hebat yang memicu kekhawatiran mengenai kondisi fisiknya.
Legenda balap, Dani Pedrosa, memberikan analisis mendalam terkait insiden tersebut hingga performa luar biasa Jorge Martin.
Detik-Detik Jatuhnya sang Juara Bertahan
Pedrosa menyoroti momen jatuhnya Marquez yang tampak sangat menyakitkan. Pembalap Ducati tersebut terlihat kesulitan berjalan setelah kakinya menghantam aspal dengan keras.
Menurut Pedrosa, kesalahan kecil dalam pemilihan jalur menjadi pemicu utama. "Marc terlihat melebar satu sentimeter saat masuk tikungan dengan posisi masih menekan rem cukup dalam. "Kehilangan traksi saat menyentuh kerb atau garis putih itulah yang membuatnya terjatuh," jelas Pedrosa.
Pedrosa sangat khawatir dengan bahasa tubuh Marquez pasca-insiden. "Dia mencoba berdiri, tapi setelah itu ia semakin sulit melangkah. Itu gejala yang sangat buruk," tambahnya.
Ia menduga cedera terjadi saat kaki Marquez menghantam aspal secara vertikal.
Pujian Setinggi Langit untuk Jorge Martin
Di sisi lain, Pedrosa memberikan apresiasi untuk aksi Jorge Martin. Start dari baris ketiga, pembalap Aprilia tersebut melesat bak roket dan langsung merangsek ke barisan depan hanya dalam dua tikungan.
Baca Juga: Dani Pedrosa Bicara Jujur: Sebut Marc Marquez Bukan Rekan Kerja yang Kompak Saat di Repsol Honda!
"Determinasi Martin sangat luar biasa. Mengendalikan motor MotoGP dalam kondisi perangkat holeshot aktif—tanpa suspensi dan bodi motor hampir menyentuh aspal—di tikungan pertama sangatlah berbahaya. Martin melakukannya dengan tingkat penguasaan yang sangat tinggi," puji Pedrosa.
Anomali Performa Marquez Sebelum Jatuh
Sebelum terjatuh, Pedrosa mencatat bahwa Marquez seperti kehilangan taringnya. Ia terlihat kesulitan memberikan perlawanan saat disalip pembalap lain, bahkan sempat tertahan lama di belakang Joan Mir tanpa bisa melakukan manuver balasan yang biasanya menjadi ciri khasnya.
Bezzecchi yang Kian Dewasa
Mengenai pemimpin klasemen, Marco Bezzecchi, Pedrosa memuji strategi konservatif yang diambil pembalap Italia tersebut. Bezzecchi memilih untuk mengamankan podium daripada mengambil risiko besar.
"Dia sadar posisinya di klasemen. Keputusan untuk mengambil poin podium adalah langkah cerdas untuk kejuaraan," kata Pedrosa.
Paralel Cedera: Kenangan Pedrosa Tahun 2010
Terakhir, Pedrosa mengaitkan masalah fisik Marquez dengan pengalamannya sendiri pada tahun 2010. Kala itu, baut pada tulang selangka Pedrosa menekan saraf dan menghambat sirkulasi darah, menyebabkan kram parah.
"Sangat positif tim dokter berhasil mengidentifikasi masalah baut atau sekrup yang menekan saraf Marc. Jika masalah mekanis pada tubuhnya itu teratasi, Marc akan kembali selaras antara pikiran, hati, dan talenta. Hal itu akan memberinya ketenangan besar untuk kembali bersaing di level tertinggi," pungkasnya.
Editor : Imron Hidayatullahh