Radar Jember - Persaingan panas antara dua talenta muda terbaik Asia Tenggara, Veda Ega Pratama dan Hakim Danish Ramli, diprediksi akan menjadi sorotan utama dalam gelaran Moto3 Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans.
Meskipun Veda Ega tampil memukau sebagai debutan dengan berhasil menduduki peringkat enam klasemen sementara, tantangan besar menantinya di lintasan legendaris Prancis tersebut karena harus berhadapan dengan rekor impresif rivalnya asal Malaysia.
Hakim Danish memiliki keunggulan signifikan dari sisi jam terbang di sirkuit-sirkuit Eropa, termasuk Le Mans.
Pembalap asal Terengganu ini tercatat sudah melanglang buana di kancah balap junior Benua Biru sejak tahun 2021 melalui European Talent Cup, sebelum akhirnya mematangkan kemampuan di Red Bull MotoGP Rookies Cup dan FIM JuniorGP.
Pengalaman selama tiga musim beruntun di ajang Rookies Cup membuat Hakim jauh lebih akrab dengan karakter teknis Sirkuit Le Mans dibandingkan Veda.
Data statistik menunjukkan perbedaan pengalaman yang cukup kontras di lintasan sepanjang 4,2 kilometer tersebut.
Jika Veda Ega baru mencicipi Le Mans pada musim 2024 dengan hasil terbaik posisi ketujuh, Hakim Danish tercatat sudah enam kali melakoni balapan di sana.
Puncaknya, pada musim 2024 lalu, Hakim berhasil mencatatkan rekor gemilang dengan meraih podium ketiga pada balapan kedua, sebuah capaian yang membuktikan bahwa ia telah menemukan ritme terbaik di sirkuit tersebut.
Baca Juga: Kelabui Lawan, Marc Marquez Diduga Tak Jujur Soal Kondisi Fisik Jelang MotoGP Prancis!
Kondisi ini menuntut Veda Ega Pratama untuk bekerja lebih keras dalam sesi latihan bebas guna mengejar ketertinggalan adaptasi.
Meski demikian, performa konsisten pembalap asal Gunungkidul itu di empat seri awal Moto3 2026 tetap memberikan harapan besar bagi penggemar balap tanah air.
Duel antara Veda dan Hakim di Le Mans akhir pekan nanti tidak hanya sekadar perebutan poin, tetapi juga pembuktian siapa yang terbaik di antara para ‘macan muda’ Asia Tenggara di panggung dunia.
Editor : Imron Hidayatullahh