Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dani Pedrosa Bicara Jujur: Sebut Marc Marquez Bukan Rekan Kerja yang Kompak Saat di Repsol Honda!

Imron Hidayatullahh • Jumat, 8 Mei 2026 | 09:12 WIB
Marc Marquez (93) dan Dani Pedrosa (26) saat membela tim Repsol Honda. (Red Bull)
Marc Marquez (93) dan Dani Pedrosa (26) saat membela tim Repsol Honda. (Red Bull)

Radar Jember - Legenda balap motor, Dani Pedrosa, kembali berbagi pandangannya mengenai dinamika MotoGP dalam podcast ‘Fast & Curious’.

Pembalap penguji KTM ini memberikan penjelasan mengenai absennya dia sebagai wild card di Jerez, hubungannya yang unik dengan Marc Marquez, hingga kekagumannya pada si ‘Hiu Kecil’, Pedro Acosta.

Alasan Tolak Wild Card

Banyak penggemar menyayangkan absennya Pedrosa sebagai wild card di GP Spanyol lalu.

Baca Juga: Eks Pembalap MotoGP Ini Kembali ke Sirkuit Bareng Tim Indonesia, Debut di Sirkuit Legendaris Mugello!

Namun, Pedrosa menegaskan bahwa prioritasnya saat ini telah berubah. Kini, peran wild card lebih banyak diserahkan kepada Pol Espargaro.

"Saat ini, selama saya menjadi test rider, saya ingin fokus pada tugas tersebut. Terutama karena tahun depan (2027, Red) kita akan berganti kategori (ke mesin 850cc, Red). Sangat penting untuk menguji motor tahun depan sekarang juga," jelas Pedrosa.

Mengingat badai cedera yang sempat menimpa Maverick Vinales dan Pol Espargaro, Pedrosa memilih untuk tetap siaga mengawal pengembangan proyek masa depan KTM.

Kenangan Bersama Marc Marquez: "Kami Bukan Rekan Setim"

Baca Juga: Kelabui Lawan, Marc Marquez Diduga Tak Jujur Soal Kondisi Fisik Jelang MotoGP Prancis!

Pedrosa juga mengenang masa-masa saat ia berbagi garasi dengan Marc Marquez di Repsol Honda.

Meski berteman baik secara pribadi, Pedrosa mengungkap bahwa di dalam lintasan, mereka adalah rival yang sangat sengit.

"Di tim Repsol saat itu, kedua pembalap seperti dua tim yang terpisah. Kami tidak bekerja sebagai tim; kami bekerja untuk melihat siapa yang terbaik. Kami tidak diminta untuk saling membantu," ungkap Pedrosa, dikutip dari laman Motosan.

Menurutnya, filosofi tim saat itu adalah membiarkan kedua pembalap saling mengalahkan untuk menentukan siapa yang berhak menjadi pembalap nomor satu.

Pedro Acosta: Potensi Besar yang Semakin Matang

Mengenai sensasi baru KTM, Pedro Acosta, Pedrosa tak segan-segan memberikan pujian.

Baca Juga: Alex Rins Luapkan Kekecewaan Didepak Yamaha Usai 3 Balapan: Orang-orang Melupakan Anda Tanpa Motor Papan Atas!

Ia melihat Acosta memiliki kualitas luar biasa untuk bersaing dengan dominasi Ducati dan Aprilia.

"Pedro menunjukkan potensi besar. Selain kecepatannya, ia juga mulai mahir mengelola aspek internal kejuaraan, mulai dari urusan media hingga manajemen tim," kata Pedrosa.

Ia juga memuji cara Acosta belajar dari kesalahan masa lalu. "Meskipun saat ini ia belum mendapatkan hasil yang diinginkannya, semua proses ini menyiapkannya untuk masa depan yang sangat cerah," pungkasnya.

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#dani pedrosa #repsol honda #Pedro Acosta #marc marquez #MotoGP