Radar Jember - Gelaran MotoGP 2026 akan segera berlanjut ke Sirkuit Le Mans, Prancis.
Marc Marquez datang dengan ambisi besar untuk menghapus kenangan pahit di Jerez, di mana ia sempat mengalami performa bak roller coaster—menang di sesi Sprint namun tersungkur di balapan utama.
Marquez: ‘Le Mans Cocok dengan Gaya Saya’
Menghadapi seri Prancis, Marc Marquez memilih untuk memulai dari nol.
Baca Juga: Kelabui Lawan, Marc Marquez Diduga Tak Jujur Soal Kondisi Fisik Jelang MotoGP Prancis!
Sirkuit Le Mans yang memiliki karakter putaran searah jarum jam (clockwise) dengan mayoritas tikungan ke kanan menjadi keuntungan tersendiri bagi sang juara dunia bertahan ini.
"Le Mans adalah sirkuit yang saya sukai. Tahun lalu saya sudah sangat cepat di sini dengan Desmosedici GP," ujar Marquez.
Meski optimistis, ia tetap mewaspadai faktor cuaca Prancis yang seringkali sulit ditebak.
"Selain insiden jatuh di Jerez, kami sebenarnya sangat kompetitif. Pada tes hari Senin (4/5) pun kami membuat langkah maju yang bagus," tambahnya.
Pecco Bagnaia: Le Mans Adalah 'Taman Bermain' Ducati
Senada dengan Marquez, Francesco Bagnaia juga membawa misi penebusan setelah meraih hasil nol poin pada balapan hari Minggu (26/4) di Jerez.
Bagnaia yakin karakteristik lintasan Le Mans akan sangat mendukung performa motor Ducati Lenovo miliknya.
"Saya senang balapan di Le Mans. Di atas kertas, ini adalah tipe sirkuit yang bisa mengeluarkan potensi terbaik dari karakter Desmosedici GP," ungkap pria yang akrab disapa Pecco itu.
Ia juga merasa puas dengan hasil tes pasca-GP di Jerez yang memberikan beberapa solusi teknis menjanjikan untuk menghadapi seri-seri mendatang.
Tes Jerez Jadi Modal Penting
Kedua pembalap Ducati ini sama-sama mengandalkan data dari tes resmi di Jerez untuk memperkecil jarak dengan para pesaing terkuat, terutama Aprilia yang saat ini tengah memimpin klasemen.
Fokus utama mereka adalah konsistensi agar kejadian gagal finis di Jerez tidak terulang kembali di sirkuit bersejarah Prancis tersebut.
Editor : Imron Hidayatullahh