Radar Jember – Performa Marc Marquez di awal musim MotoGP 2026 terus memicu perdebatan.
Meski tampil kompetitif di sesi Sprint Race, andalan Ducati Lenovo ini belum juga mencicipi podium di balapan utama dalam empat seri perdana.
Mantan pembalap, Tom Luthi, meyakini ada strategi ‘perang urat syaraf’ di balik pernyataan Marquez mengenai kondisi fisiknya.
Luthi menduga Marquez sengaja tidak berkata jujur mengenai kondisi bahu kanannya demi melindungi diri dari serangan taktis para pesaingnya.
Kecepatan di Sprint Race vs Kendala di Balapan Utama
Dugaan Luthi muncul setelah melihat kontradiksi performa Marquez di lintasan:
Marquez sukses memenangi Sprint Race di Brasil dan Spanyol, bahkan melaju sangat cepat dalam kondisi hujan di Jerez. Hal ini sempat membuat publik percaya bahwa ia telah pulih 100%.
Namun, pada balapan utama di Sirkuit Jerez-Angel Nieto, Marquez tampak kesulitan di tikungan kanan dan berakhir dengan insiden jatuh.
Baca Juga: CEO Ducati Beri Bocoran: Kontrak Marc Marquez 2027 Sudah Final, Pengumuman Resmi Segera Tiba!
Luthi menilai ini adalah bukti bahwa pergerakan bahu Marquez masih terbatas.
Taktik Menghindari Serangan Rival
Menurut Luthi, menyembunyikan kelemahan fisik adalah hal lumrah dalam dunia balap profesional untuk menjaga posisi tawar di hadapan lawan.
“Mereka tidak mau menunjukkan semuanya. Jika Marc bilang belum sepenuhnya pulih, rival-rivalnya akan tahu titik lemahnya dan langsung menyerang. Itulah mengapa fakta tersebut ditutupi,” papar Luthi sebagaimana dikutip dari Motosan, Rabu (6/5/2026).
Menanti Pembuktian di Le Mans
Publik kini menunggu apakah pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut mampu memberikan kejutan di seri selanjutnya.
Baca Juga: 5 Poin Perubahan Drastis pada Regulasi MotoGP yang Baru Saja Diteken GPC! Tak Ada Lagi Wildcard
MotoGP Prancis 2026 akan digelar di Sirkuit Bugatti, Le Mans, pada 8-10 Mei mendatang.
Sirkuit ini akan menjadi ujian berat bagi ketahanan fisik Marquez, terutama pada tikungan-tikungan teknis yang menuntut kekuatan bahu maksimal.
Editor : Imron Hidayatullahh