Radar Jember - Kemenangan Marc Marquez di Sprint Race GP Spanyol 2026 terus menjadi buah bibir.
Mantan pembalap yang kini menjadi pengamat, Neil Hodgson, memberikan pembelaan sekaligus pujian setinggi langit atas aksi kontroversial pembalap tim pabrikan Ducati tersebut di Sirkuit Jerez yang diguyur hujan.
Manuver Pintar di Tengah Kecelakaan
Balapan Sabtu (25/4/2026) tersebut berlangsung dalam kondisi flag-to-flag. Marquez sempat terjatuh di tikungan terakhir tepat setelah melewati pintu masuk pit lane.
Baca Juga: Marc Marquez Juga Kebingungan: Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Tiba-Tiba Jatuh di MotoGP Spanyol 2026
Namun, alih-alih menyerah, ia justru melakukan aksi yang memicu perdebatan: mengangkat motornya, menunggu rombongan pembalap lewat, lalu memotong lintasan untuk masuk ke pit dan mengganti motor.
Banyak pihak menuntut sanksi bagi Marquez, namun Neil Hodgson justru melihatnya sebagai bentuk kecerdasan tingkat tinggi.
"Saat roda depan motornya selip, Anda bisa melihat tangannya langsung menarik kopling. Pikirannya saat itu hanya satu: 'Jangan sampai mesin mati, agar saya masih punya peluang'," ujar Hodgson, dikutip dari laman Motosan.
Menurut Hodgson, kesabaran Marquez saat menunggu waktu yang tepat untuk menyeberang lintasan adalah kunci mengapa ia tidak dijatuhi penalti.
"Dia tidak terburu-buru. Jika dia langsung melepas kopling dan sembarangan masuk, dia pasti akan dihukum," Katanya.
Kembalinya sang 'Hewan Buas'
Setelah mengganti motor dengan ban hujan, Marquez keluar di posisi kedua di belakang rekan setimnya, Pecco Bagnaia. Namun, Marquez tidak puas hanya dengan podium.
"Dia seperti hewan buas. Di lintasan basah dan penuh adrenalin, dia jauh lebih cepat dari rekannya. Dia seolah berkata 'saya akan menyingkirkanmu'. Inilah Marc yang klasik, Marc yang dulu di Honda, sang juara dunia,” kata Hodgson.
“Sangat menyenangkan melihatnya menghancurkan lawan-lawannya. Dia jatuh, tapi tetap menang!" tambahnya dengan antusias.
Baca Juga: Santi Hernandez Bongkar Alasan Tak Akan Reuni Lagi dengan Marc Marquez di Masa Depan!
Tak Ada Aturan yang Dilanggar
Hodgson juga mengungkapkan bahwa Simon Crafar, Ketua Panel Steward MotoGP, telah meninjau insiden tersebut secara mendalam. Hasilnya? Tidak ditemukan satu pun pelanggaran dalam buku peraturan MotoGP.
"Ada aturan untuk segalanya. Para komisioner ahli yang dibayar mahal itu sudah memeriksa buku peraturan dengan sangat teliti, dan tidak satu pun dari mereka menemukan aturan yang dilanggar oleh pria itu (Marquez, Red)," tegasnya.
Antara Kebencian dan Kekaguman
Bagi Hodgson, apa yang dilakukan Marquez melampaui sekadar masalah suka atau tidak suka terhadap sang pembalap.
Baca Juga: Aprilia Tak Terima Kemenangan Marc Marquez di Jerez 2026, Desak MotoGP Perketat Aturan Pit Lane
Ia menilai publik harus mengagumi kegigihan dan kecerdikan Marquez dalam memanfaatkan situasi.
"Anda boleh suka atau tidak pada Marc, tapi Anda harus mengagumi keuletan, keahlian, dan kecerdasannya. Banyak kebencian muncul hanya karena Marc terlalu jenius dalam memenangkan balapan itu. Bagaimana pun, itu luar biasa," pungkasnya.
Editor : Imron Hidayatullahh