Radar Jember - Kabar mengejutkan datang dari paddock Yamaha menjelang GP Spanyol di Jerez.
Alex Rins secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya setelah dipastikan akan meninggalkan tim pabrikan Yamaha pada akhir musim nanti.
Rins mengaku merasa terpukul dengan cara ia mengetahui kabar kepindahannya, terutama terkait rumor merapatnya bintang muda, Ai Ogura, ke tim garpu tala.
Baca Juga: Terungkap! Marc Marquez Akhirnya Jujur Soal Kondisi Bahunya Jelang Balapan Kandang di MotoGP Spanyol
Merasa Tak Dihargai
Rins tidak menutupi rasa pahitnya saat berbicara kepada media.
Ia mengaku baru mengetahui kabar bergabungnya Ai Ogura ke Yamaha dari pihak luar, bukan secara langsung dari manajemen tim.
"Sejujurnya, saya merasa cukup buruk mengetahui kabar tentang perekrutan Ogura oleh Yamaha. Sebelumnya saya merasa sangat nyaman saat masih di LCR, dan saya datang ke sini (Yamaha) dengan harapan mendapatkan peluang dan dukungan yang lebih besar," ungkap Rins dengan nada kecewa.
Baca Juga: Terpuruk di Awal Musim, CEO Ducati Tagih Kebangkitan Marquez dan Bagnaia di Jerez
Ekspektasi yang Tak Sebanding Realita
Kepindahan Rins dari LCR Honda ke tim pabrikan Yamaha pada awal musim lalu awalnya diharapkan menjadi langkah besar bagi kariernya.
Namun, proses adaptasi dengan mesin M1 yang tengah dalam masa pengembangan sulit ternyata berjalan lebih berat dari dugaan.
Rins merasa kontribusinya dalam mengembangkan motor belum sepenuhnya diapresiasi sebelum keputusan untuk menggantinya diambil.
"Saya datang dengan harapan tinggi untuk membangun proyek ini bersama-sama, tapi situasinya berubah sangat cepat," tambahnya.
Nasib Masa Depan Masih Abu-Abu
Dengan kepastian hengkang dari Yamaha, masa depan pembalap asal Spanyol ini kini menjadi teka-teki besar di bursa transfer MotoGP 2027.
Meskipun memiliki pengalaman segudang bersama Suzuki, Honda, dan Yamaha, kursi kosong di tim pabrikan lain sudah mulai menipis.
Banyak pihak mulai berspekulasi apakah Rins akan kembali ke tim satelit atau justru mempertimbangkan opsi lain di luar MotoGP jika tidak mendapatkan proyek yang kompetitif.
Editor : Imron Hidayatullahh