Radar Jember - Ducati tengah menghadapi situasi sulit menjelang balapan krusial di Sirkuit Jerez.
Meskipun mendominasi grid selama beberapa tahun terakhir, pabrikan Borgo Panigale ini tampak kesulitan mengamankan podium tertinggi di awal musim 2026.
Tekanan pun kini tertuju pada sang bos teknis, Gigi Dall’Igna.
Dominasi yang Mulai Goyah
Dikenal sebagai otak di balik kecanggihan Desmosedici, Gigi Dall’Igna dikabarkan mulai tidak tenang melihat performa motornya yang mulai dipecundangi oleh rival, terutama Aprilia.
Alex Marquez bahkan sempat mengungkapkan bahwa Dall’Igna adalah sosok yang paling pertama murka jika melihat motor Ducati tidak berada di barisan terdepan.
"Gigi adalah orang pertama yang bakal marah kalau motornya tidak berada di barisan depan," ungkap Alex, dikutip dari laman Motosan.
Targetnya tak hanya menang, tapi ingin Ducati menyapu bersih podium.
"Target Gigi sangat jelas: jika ada enam motor Ducati di lintasan, ia ingin semuanya ada di posisi enam besar," tambahnya.
Namun, realita di lintasan saat ini menunjukkan bahwa persaingan semakin merata, dan dominasi mutlak Ducati mulai terancam.
Tantangan di Jerez
Seri Spanyol selalu menjadi tolok ukur penting bagi perkembangan motor.
Jika Ducati gagal tampil dominan di Jerez, spekulasi mengenai efektivitas pengembangan teknis musim ini akan semakin liar.
Fokus utama saat ini bukan hanya soal kecepatan di lintasan lurus, melainkan bagaimana motor bisa tetap stabil di tikungan cepat—sektor yang kini mulai dikuasai oleh pesaingnya.
Masa Depan dan Strategi
Di tengah ketegangan ini, internal Ducati dituntut untuk segera mengeluarkan 'sihir' terbaru mereka.
Penggemar MotoGP kini menanti apakah amarah Dall’Igna akan berbuah inovasi radikal di seri-seri berikutnya atau justru menjadi beban mental bagi para pembalapnya.
Editor : Imron Hidayatullahh