Radar Jember - Bintang muda Red Bull KTM, Pedro Acosta, mengaku penasaran dengan performa motor baru MotoGP era 2027 yang akan menggunakan mesin lebih kecil.
Namun, ia menegaskan bahwa kecepatan di lintasan lurus bukanlah ancaman keselamatan yang utama.
Mesin 850cc dan Tantangan di Tikungan
Regulasi baru MotoGP 2027 akan memangkas kapasitas mesin dari 1000cc menjadi 850cc. Langkah ini dibarengi dengan penurunan berat minimal motor dari 157 kg menjadi 153 kg.
Baca Juga: Menang Lebih dari Dua Gelar? Marc Marquez dan Valentino Rossi Telah Melakukan Hal-Hal di Luar Nalar
Meski kecepatan puncak diprediksi akan turun, bobot yang lebih ringan justru berpotensi meningkatkan kecepatan saat menikung.
"Menurut saya, yang berbahaya saat ini bukanlah saat kita melaju 360 km/jam di lintasan lurus," ujar Acosta di COTA (Circuit of the Americas), dinukil dari laman Crash.
"Masalah utamanya adalah kami jauh lebih cepat di tikungan dibandingkan tahun lalu atau tahun-tahun sebelumnya. Itulah yang membuat olahraga ini berbahaya," tambahnya.
Acosta juga menyoroti dihapusnya perangkat ride-height device belakang mulai musim depan sebagai faktor yang krusial.
Baca Juga: Bos KTM Muntab! Sebut Aturan Tekanan Ban MotoGP Tak Masuk Akal hingga Rugikan Pedro Acosta di COTA
Jadwal Padat Ancam Karier Pembalap
Selain urusan teknis motor, Acosta menyuarakan kekhawatiran serius soal kalender balap yang terus membengkak.
Dari 19 seri di era sebelum pandemi, kini MotoGP telah berkembang menjadi 22 seri pada musim 2025.
Ditambah lagi dengan adanya Sprint Race setiap Sabtu sejak 2023, para pembalap kini harus melakoni total 44 balapan dalam satu musim.
Acosta menilai intensitas tinggi ini akan memperpendek masa karier seorang pembalap profesional.
"Level stres yang kami tanggung akan mencapai batasnya. Tidak mungkin bisa bertahan selama 22 akhir pekan dengan sesi penting setiap harinya—mulai dari latihan hari Jumat, kualifikasi dan Sprint di hari Sabtu, hingga balapan utama di hari Minggu," jelas pembalap asal Spanyol tersebut.
Menurutnya, pembalap tidak lagi punya waktu untuk membangun ritme secara perlahan.
"Setiap hari Anda harus mengambil risiko tinggi. Ketika risiko meningkat, persentase kemungkinan Anda cedera juga semakin besar," ungkapnya.
Koreksi Fakta: Acosta dan Klasemen MotoGP 2026
Sebagai catatan tambahan, Pedro Acosta menunjukkan performa luar biasa di awal musim 2026 ini.
Setelah memenangkan Sprint Race pertamanya di seri pembuka Thailand, ia kini bertengger di posisi ketiga klasemen sementara.
Ia berada di bawah dua pembalap tim pabrikan Aprilia, Jorge Martin dan Marco Bezzecch.
Terkait masa depan, meski belum ada pengumuman resmi dari pihak pabrikan, rumor kuat di paddock menyebutkan bahwa Acosta kemungkinan besar akan menjadi rekan setim Marc Marquez di tim pabrikan Ducati pada musim 2027 mendatang.
Editor : Imron Hidayatullahh