Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Menang Lebih dari Dua Gelar? Marc Marquez dan Valentino Rossi Telah Melakukan Hal-Hal di Luar Nalar

Imron Hidayatullahh • Kamis, 16 April 2026 | 09:30 WIB
Marc Marquez ketika membela tim Repsol Honda, bersaing dengan Valentino Rossi di lintasan, beberapa tahun lalu.
Marc Marquez ketika membela tim Repsol Honda, bersaing dengan Valentino Rossi di lintasan, beberapa tahun lalu.

Radar Jember – Legenda balap Italia, Marco Lucchinelli, memberikan pandangan blak-blakan mengenai peta persaingan MotoGP 2026.

Sang juara dunia ini menyoroti kebangkitan Aprilia, membela Marc Marquez, hingga membandingkan betapa ekstremnya perubahan gaya hidup dan teknologi pembalap zaman dulu dengan era modern.

Aprilia Kuat, tapi Butuh 'Pembeda'

Lucchinelli mengaku tidak terkejut dengan performa Aprilia yang mendominasi awal musim ini.

Baca Juga: Heboh Marc Marquez Mendarat di Jepang! Balik ke Honda demi Musim 2027? Ternyata Ini Fakta Sebenarnya!

"Aprilia berada di level tinggi, saya sudah tahu itu sejak setahun lalu. Motor dan tim mereka sangat kuat, mungkin mereka hanya kekurangan satu pembalap pembeda," ujarnya.

Baginya, Aprilia sudah menjadi paket lengkap, namun butuh sosok bintang yang bisa memberikan keajaiban di momen krusial.

Membela Penurunan Performa Marc Marquez

Terkait Marc Marquez yang belum seagresif musim lalu, Lucchinelli meminta publik untuk lebih berempati.

Baca Juga: Bikin Honda Gigit Jari! Desainer Mesin Legendaris Kurt Trieb Balik Kucing ke KTM, Ini Alasannya!

Ia mengingatkan betapa besarnya pengorbanan Marquez untuk menyembuhkan cederanya selama bertahun-tahun.

"Dia menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk memperbaiki lengannya. Dia bekerja keras, menderita, dan berlatih setiap hari tanpa banyak bicara. Jika energinya sedikit menurun musim ini, itu sangat wajar. Apa yang dia lakukan musim lalu (meraih gelar ke-9) adalah sesuatu yang luar biasa dan sulit dideskripsikan," tegas Lucchinelli.

Mengenai insiden dengan Pedro Acosta, Lucchinelli menilai Marquez sangat cerdas dalam mengelola tekanan.

"Dia tahu sedang diawasi ketat. Alih-alih protes, dia justru menerima hukuman. Jika itu saya di zamannya, saya pasti sudah berteriak protes," katanya.

Marquez & Rossi: Dua Fenomena di Luar Nalar

Lucchinelli mengakui bahwa Marc Marquez dan Valentino Rossi telah membawa olahraga ini ke level yang tidak terpikirkan oleh generasinya.

Baca Juga: Era 850cc Dimulai! Ducati GP27 Jalani Debut di Misano, Aprilia Jadi Satu-satunya yang Tertinggal

"Di zaman saya (era Barry Sheene dan Kenny Roberts, Red), memenangkan dua gelar juara dunia saja sudah dianggap karya seni yang luar biasa. Tapi Marquez dan Rossi? Mereka memenangkan begitu banyak gelar dan balapan. Itu mustahil dibayangkan di era saya," kenangnya.

Ia juga berkelakar mengenai perbedaan gaya hidup pembalap dulu dan sekarang.

"Dulu tidak ada latihan fisik seketat sekarang. Mungkin hanya Agostini yang ke gym. Sisanya? Bahkan ada yang merokok. Itu cara yang berbeda dalam menikmati balapan," ungkapnya.

Lucchinelli juga membandingkan tingkat keamanan balapan motor zaman dulu dengan sekarang.

Baca Juga: Marc Marquez Tak Akan Pedulikan Pedro Acosta jika Benar-Benar Gabung Ducati di Musim MotoGP 2027?

"Dulu kalau jatuh, musimmu berakhir karena cedera parah. Sekarang pembalap jatuh, lalu bangun lagi seolah tidak terjadi apa-apa," tambah Lucchinelli.

Selain membandingkan, Lucchinelli juga melontarkan pernyataan bernada kritik terhadap jadwal pembalap masa kini yang super padat.

"Kami dulu hanya balapan 8 kali setahun. Kalau sekarang dipaksa balapan 42 kali (termasuk Sprint, Red), itu bukan hobi lagi, itu kerja paksa!" sindirnya.

Wrist Control vs Elektronik

Menutup refleksinya, Lucchinelli menekankan perbedaan teknologi motor 2-tak dengan mesin modern yang dipenuhi elektronik.

Baca Juga: Pedro Acosta Mulai Ciut? Ungkap Risiko Cacat Karier di Tengah Rumor Panas Gabung Ducati di MotoGP 2027!

"Dulu kami mengontrol segalanya dengan pergelangan tangan. Jika ada masalah, kami harus menjelaskan secara manual kepada mekanik. Sekarang, elektronik membantu segalanya. Tapi tetap saja, talenta pembeda seperti Marquez atau Rossi adalah sesuatu yang tidak bisa direplikasi oleh teknologi," pungkasnya.

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#MotoGP 2026 #Kenny Roberts Jr #marc marquez #valentino rossi #MotoGP