Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bos KTM Muntab! Sebut Aturan Tekanan Ban MotoGP Tak Masuk Akal hingga Rugikan Pedro Acosta di COTA

Imron Hidayatullahh • Kamis, 16 April 2026 | 08:00 WIB
Pedro Acosta di Circuit of the Americas, Austin, USA. (instagram/37pedroacosta)
Pedro Acosta di Circuit of the Americas, Austin, USA. (instagram/37pedroacosta)

Radar Jember – Direktur Motorsport KTM, Pit Beirer, meluapkan kekesalannya terhadap regulasi tekanan ban yang saat ini berlaku di MotoGP.

Meski timnya pernah diuntungkan oleh aturan tersebut, Beirer tetap bersikeras bahwa sistem yang ada saat ini tidak mencerminkan esensi balapan yang adil.

Sesuai aturan, pembalap harus berada di atas tekanan ban minimum dalam persentase putaran tertentu: 30 persen untuk Sprint Race dan 60 persen untuk balapan utama.

Baca Juga: Bikin Honda Gigit Jari! Desainer Mesin Legendaris Kurt Trieb Balik Kucing ke KTM, Ini Alasannya!

Jika gagal, penalti waktu sebesar 8 detik (Sprint) atau 16 detik (Grand Prix) akan dijatuhkan pasca-balap.

Aturan ini baru saja memakan korban bintang baru KTM, Pedro Acosta, yang harus kehilangan podium Sprint di COTA 2026.

Hal serupa pernah dialami Maverick Viñales yang kehilangan podium di Qatar, tahun lalu.

Tidak Ada Hubungannya dengan Kecurangan

Beirer menilai aturan ini sangat konyol karena variabel tekanan ban sangat dipengaruhi oleh posisi pembalap di lintasan, bukan karena kesengajaan untuk berbuat curang.

Baca Juga: Era 850cc Dimulai! Ducati GP27 Jalani Debut di Misano, Aprilia Jadi Satu-satunya yang Tertinggal

"Aturan ini benar-benar absurd. Tekanan ban tidak ada hubungannya dengan kecurangan. Jika Anda memberikan cadangan tekanan yang cukup agar tetap di atas limit, tapi kemudian Anda berada di belakang pembalap lain (slipstream), tekanan akan melonjak drastis dan motor jadi tidak bisa dikendarai," tegas Beirer, dikutip dari laman Crash.

Sebaliknya, jika seorang pembalap melaju sendirian di depan, suhu ban akan turun dan tekanan akan merosot di bawah batas minimum.

"Kami tidak berada dalam situasi seperti Marc Marquez tahun lalu yang bisa berasumsi akan melaju sendirian di depan. Terkadang kami bertarung di tengah kerumunan, lalu tiba-tiba sendirian, dan tekanan ban pun turun," tambahnya.

Tuntut Perubahan Segera

Bagi Beirer, selisih tekanan sebesar 0,03 bar tidak memberikan keuntungan atau kerugian performa yang signifikan.

Ia menganggap sangat mengerikan jika hasil balapan ditentukan oleh angka teknis sekecil itu.

Baca Juga: Marc Marquez Tak Akan Pedulikan Pedro Acosta jika Benar-Benar Gabung Ducati di Musim MotoGP 2027?

Beirer bahkan mengaku sudah mendesak Presiden FIM di starting grid untuk segera bertindak. "Saya bilang padanya, 'Anda adalah Presiden FIM—ubahlah aturan ini!'. Solusinya sederhana: biarkan semua orang memulai balapan dengan tekanan ban yang sama sejak di garis start, lalu biarkan kami balapan," tegasnya.

Transisi MotoGP dari Michelin ke Pirelli pada tahun 2027 diharapkan menjadi momentum besar untuk menghapus atau setidaknya merevisi total aturan yang dianggap ‘omong kosong’ oleh banyak pihak di paddock ini.

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#michelin #KTM Factory Racing #Pedro Acosta #marc marquez #MotoGP