Radar Jember – Legenda hidup MotoGP, Mick Doohan, mengaku sulit mencerna peta persaingan di awal musim 2026.
Juara dunia lima kali itu merasa heran dengan penurunan performa tim pabrikan Ducati yang berbanding terbalik dengan dominasi luar biasa dari Aprilia Racing.
Menurut Doohan, situasi di grid saat ini sangat membingungkan karena Ducati, yang merupakan penguasa dalam empat musim terakhir, seolah kehilangan arah dalam waktu singkat.
"Saya tidak paham dengan Ducati. Saya tidak yakin apakah Aprilia yang melakukan lompatan besar ke depan, atau justru Ducati yang mengalami kemunduran. Jika memang Ducati mundur, pertanyaannya adalah kenapa mereka bisa tertinggal sejauh ini?" ujar Doohan, dikutip dari laman Crash.
Aprilia Jadi 'Sheriff' Baru di Paddock
Hingga seri ketiga musim 2026, Ducati Lenovo belum sekalipun memenangkan balapan utama. Kemenangan terakhir pabrikan Borgo Panigale tercatat di Malaysia pada Oktober 2025.
Sejauh ini, satu-satunya trofi kemenangan Ducati musim ini hanya diraih oleh Marc Marquez lewat sesi Sprint Race di Brasil.
Kontras dengan Ducati, Aprilia justru tampil sebagai kekuatan baru yang menakutkan. Marco Bezzecchi tampil fenomenal dengan menyapu bersih kemenangan dalam lima balapan terakhir dan kini kokoh di puncak klasemen.
Selain Bezzecchi, performa konsisten Jorge Martin dan Raul Fernandez semakin menegaskan bahwa motor RS-GP kini menjadi standar baru di MotoGP.
Dilema Internal Ducati
Doohan juga menyoroti keanehan dalam hierarki internal Ducati. Saat ini, pembalap Ducati terbaik di klasemen justru bukan berasal dari tim pabrikan, melainkan dari tim satelit VR46. Hal ini dianggap sebagai anomali bagi sistem Ducati yang biasanya sangat terkontrol.
Di sisi lain, dua pilar utama Ducati, Marc Marquez dan Pecco Bagnaia, masih kesulitan. Marquez masih dalam proses pemulihan fisik dan hanya mampu tampil cepat di sesi Sprint, sementara Bagnaia masih mencari ritme terbaiknya.
"Masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan akhir. Kita akan segera kembali ke Eropa (Jerez), dan di sanalah kita akan melihat dinamika yang sesungguhnya. Namun yang pasti, saat ini Ducati sedang kehilangan kemampuannya untuk terbaca oleh rival," pungkas Doohan.
Editor : Imron Hidayatullahh