Radar Jember – Pengamat senior MotoGP, Mat Oxley, memberikan analisis tajam terkait tensi tinggi yang terjadi di lintasan saat ini.
Menurutnya, aksi Marc Marquez di lintasan sering kali melampaui batas dan memicu keinginan para pembalap lain untuk melakukan ‘balas dendam’.
Pemandangan ini terlihat jelas dalam duel sengit antara Enea Bastianini dan Marc Marquez pada balapan utama GP Amerika Serikat (COTA) 2026.
Tensi sudah memuncak sejak sesi kualifikasi, di mana Marquez dituding sengaja menghalangi laju Bastianini, namun lolos dari sanksi steward.
Dendam tersebut semakin membara setelah insiden di Sprint Race, di mana Marquez menyebabkan Fabio Di Giannantonio terjatuh hingga keduanya berakhir di area kerikil.
Akibatnya, Marquez harus menjalani hukuman Long Lap Penalty pada balapan utama yang membuatnya terlempar ke grup pengejar dan bertemu kembali dengan Bastianini.
Gaya Balap 'Nekat' Marquez Jadi Bumerang
Mat Oxley menyebut bahwa manuver Marquez yang sering kali bersentuhan dengan lawan kini mulai memicu reaksi kolektif dari pembalap lain di grid.
Baca Juga: Gonjang-ganjing di Keluarga Ducati! Fermin Aldeguer Dicuri VR46, Gresini Dipaksa Bangun Tim dari Nol
"Duel Bastianini-Marquez di akhir balapan adalah momen terbaik. Marquez benar-benar merusak kualifikasi Bastianini, aksinya sangat di ambang batas. Itulah mengapa setiap pembalap di grid punya alasan kuat untuk ingin membalas dendam pada Marc," ujar Oxley kepada Paddock-GP.
Perang Psikologis dan Reputasi di Lintasan
Bagi Oxley, reputasi Marquez sebagai ‘raja manuver agresif’ telah menciptakan suasana permusuhan yang nyata.
Tidak hanya soal kecepatan, Marquez juga kerap menggunakan perang psikologis di luar lintasan yang membuat para rivalnya jengah.
"Semua orang punya masalah dengan Marc. Mereka ingin membalas dendam dengan berbagai cara, baik itu secara fisik di lintasan atau mempermalukannya dengan hasil balapan. Intinya, semua pembalap punya 'utang' yang ingin ditagih dari Marc Marquez," pungkas Oxley.
Editor : Imron Hidayatullahh