Radar Jember – Hubungan antara Francesco Bagnaia dengan awak media sedang berada di titik nadir.
Pembalap utama Ducati tersebut meluapkan kekesalannya dalam sebuah podcast, dengan menyebut bahwa pemberitaan tentang dirinya saat ini sudah menyimpang dari kenyataan dan hanya berfokus pada kontroversi.
Bagnaia menilai industri media balap saat ini telah memasuki fase yang mengkhawatirkan karena lebih mengutamakan sensasi daripada fakta balapan.
"Menurut pendapat saya, sayangnya kita sedang berada di ambang kegilaan di tingkat media belakangan ini. Ini adalah perburuan skandal dan kontroversi yang terus-menerus. Apa pun yang Anda katakan, mereka akan memelintirnya sesuka mereka," tegas Pecco, sapaan akrab Bagnaia.
Kapok Bersikap Terlalu Jujur
Juara dunia dua kali ini mengaku awalnya ingin menjadi pembalap yang sangat transparan kepada publik.
Namun, kejujurannya justru sering dipolitisasi oleh media untuk menciptakan narasi negatif.
"Setiap kali saya bersikap transparan, saya hanya menjadi 'makanan' bagi para jurnalis, dan saya sadar itu kesalahan saya. Ada kalanya saya salah karena terlalu cepat pergi ke zona wawancara setelah balapan saat emosi masih tinggi," akunya jujur.
Baca Juga: Gonjang-ganjing di Keluarga Ducati! Fermin Aldeguer Dicuri VR46, Gresini Dipaksa Bangun Tim dari Nol
Pecco menggambarkan betapa melelahkannya proses wawancara setiap akhir pekan.
Dengan puluhan saluran TV dan belasan jurnalis yang menanyakan hal yang sama, ia mengaku sulit untuk tetap diplomatis.
"Lama-lama Anda akan lepas kendali dan mulai meluapkan emosi, dan saat itulah pernyataan Anda akan menjadi berita yang meledak di seluruh dunia," ungkap Bagnaia.
Masa Depan di Ujung Tanduk?
Ketegangan ini semakin diperkeruh dengan perbedaan analisis antara Pecco dan Ducati.
Bagnaia meyakini masalahnya di musim 2025 murni karena kendala mekanis, sementara Ducati menilai sang pembalap mulai kehilangan kepercayaan diri.
Di tengah memanasnya hubungan ini, rumor kepindahan Bagnaia ke Aprilia untuk musim 2027 kian kencang berembus.
Ducati kabarnya sudah bersiap mengumumkan Pedro Acosta sebagai penggantinya di tim pabrikan, sementara Pecco memilih untuk lebih membatasi diri di depan kamera guna menghindari drama media lebih lanjut.
Editor : Imron Hidayatullahh