Radar Jember – Jagat balap MotoGP dikejutkan dengan kabar kepindahan fenomenal bintang Ducati, Francesco Bagnaia.
Pembalap yang menjadi ikon kesuksesan pabrikan Borgo Panigale ini dilaporkan telah menandatangani kontrak berdurasi empat tahun dengan pabrikan asal Noale, Aprilia Racing.
Dilansir dari media Spanyol, AS, kesepakatan ini menandai berakhirnya era keemasan Bagnaia bersama Ducati.
Pecco, sapaan akrab Bagnaia, dipastikan akan mulai menunggangi motor RS-GP pada musim 2027 mendatang, momentum yang bertepatan dengan pemberlakuan regulasi teknis baru di kelas utama MotoGP.
"Ini adalah tantangan baru yang sangat memotivasi saya. Aprilia telah menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa dalam beberapa musim terakhir, dan saya yakin kami bisa menciptakan sejarah bersama mulai 2027," ujar Bagnaia sebagaimana dikutip dari laman AS.
Langkah Berani Aprilia dan Format Kontrak Panjang
Keputusan Bagnaia untuk menyeberang ke rival senegara Ducati ini dianggap sebagai salah satu transfer paling berani dalam sejarah modern MotoGP.
Kontrak yang disepakati menggunakan format 2+2, sebuah durasi panjang yang jarang terjadi sejak era Marc Marquez bersama Honda.
Baca Juga: Tragedi Highside Hebat Veda Ega Pratama di Moto3 Amerika 2026: Begini Kondisinya!
Langkah strategis ini memberikan kepercayaan penuh bagi Pecco untuk memimpin pengembangan motor baru Aprilia.
Hal ini sekaligus mempertegas ambisi Aprilia dalam mengukuhkan dominasi di grid, mengingat saat ini mereka telah diperkuat oleh pembalap papan atas seperti Jorge Martin dan Marco Bezzecchi.
Boyongan Kru Teknis ke Noale
Tak hanya pindah seorang diri, Bagnaia dikabarkan bakal memboyong kepala teknisinya, Cristian Gabarrini, ke garasi Aprilia.
Gabarrini merupakan sosok teknisi jenius yang memiliki rekam jejak mentereng, termasuk mengantar Casey Stoner meraih gelar juara dunia bersama Ducati (2007) dan Repsol Honda (2011).
Kepergian Pecco dan Gabarrini tentu menyisakan lubang besar di kubu Ducati Lenovo.
Tim pabrikan merah tersebut kini dituntut segera mencari sosok pemimpin baru untuk menggantikan peran sentral yang selama ini dipegang teguh oleh Bagnaia.
Pengalaman lintas pabrikan yang dimiliki Gabarrini diprediksi akan menjadi aset tak ternilai bagi Aprilia dalam menantang dominasi Ducati di masa depan.
Editor : Imron Hidayatullahh