Radar Jember – Manajer Tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, memberikan peringatan sekaligus pujian bagi pembalap anyarnya, Marc Marquez, usai gelaran MotoGP Amerika Serikat di COTA.
Meski Marc Marquez menunjukkan kecepatan yang luar biasa sepanjang akhir pekan, Tardozzi mengakui bahwa sang pembalap masih bergelut dengan kebugaran fisiknya.
Marquez sempat menunjukkan dominasi di beberapa sesi latihan dan kualifikasi, namun performanya di balapan utama terhambat oleh faktor stamina dan dampak dari rentetan operasi yang pernah dijalaninya.
Baca Juga: Tragedi Highside Hebat Veda Ega Pratama di Moto3 Amerika 2026: Begini Kondisinya!
"Marc melakukan pekerjaan yang fantastis. Kecepatannya di Austin sangat luar biasa, dia menunjukkan bahwa insting balapnya masih yang terbaik," ujar Tardozzi.
"Namun, kita harus jujur bahwa secara fisik dia masih belum berada dalam kondisi puncaknya. Ada beberapa kendala yang membuatnya sulit menjaga konsistensi di putaran-putaran akhir," tambahnya.
Tardozzi bahkan menyebut kondisi Marc Marquez saat ini adalah imbas dari kecelakaan di MotoGP Mandalika, Indonesia, musim lalu, ketika diseruduk pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi.
"Sayangnya, apa yang terjadi di Indonesia masih berdampak hingga saat ini. Dia belum kembali normal sepenuhnya," ungkapnya.
Fokus Pemulihan dan Adaptasi GP26
Tardozzi menekankan bahwa prioritas Ducati saat ini adalah membantu Marc Marquez mencapai kebugaran penuh tanpa memaksakan hasil instan.
Terlebih lagi, karakter motor Desmosedici GP26 yang sangat bertenaga membutuhkan kekuatan fisik ekstra untuk dikendalikan dalam durasi balapan yang panjang.
"Kami tahu dia adalah petarung, tapi tubuhnya butuh waktu untuk beradaptasi kembali dengan tuntutan fisik motor ini. Kami sedang bekerja sama dengan tim medis untuk memastikan dia bisa tampil tanpa rasa sakit di seri-seri Eropa mendatang," tambahnya.
Meski kondisi fisiknya belum sempurna, posisi Marquez di peringkat lima klasemen sementara dianggap sebagai pencapaian yang solid bagi Ducati.
Tim pabrikan Borgo Panigale tersebut optimis bahwa begitu Marquez kembali ke performa fisik 100 persen, ia akan menjadi ancaman serius bagi perebutan gelar juara dunia.
Editor : Imron Hidayatullahh