Radar Jember – Persaingan MotoGP 2026 tidak hanya panas di lintasan, tapi juga mulai merembet ke adu mental.
Bintang Ducati Lenovo, Marc Marquez, mulai melancarkan tekanan psikologis kepada pemuncak klasemen sementara, Marco Bezzecchi, usai berakhirnya balapan di Circuit of the Americas (COTA).
Marquez, yang kini menempati posisi kelima klasemen, menilai bahwa tekanan terbesar saat ini justru berada di pundak Bezzecchi sebagai pemimpin klasemen.
Baca Juga: Resmi! Marco Bezzecchi Puncaki Klasemen Usai MotoGP Amerika, Jorge Martin Terpaut Jarak Sangat Tipis
Baginya, posisi sebagai pengejar jauh lebih menguntungkan karena tidak memiliki beban untuk mempertahankan apa pun.
"Dia (Bezzecchi, Red) sedang dalam performa yang luar biasa dan untuk saat ini, hanya dia yang bisa kalah. Sementara kami, kami hanya bisa menang," tegas Marquez dinukil dari Motosan.
Kendala Fisik dan Adaptasi yang Belum Sempurna
Meski melontarkan tantangan, pembalap berjuluk 'The Baby Alien' ini mengakui bahwa dirinya belum berada dalam kondisi 100 persen.
Baca Juga: Misi Podium di Texas: Veda Ega Pratama Tebar Optimisme Tinggi Jelang Moto3 Amerika Serikat
Kecelakaan yang dialaminya pada sesi latihan hari Jumat (27/3/2026) masih memberikan dampak fisik yang ia rasakan sepanjang akhir pekan di Austin.
"Kondisi fisik saya masih belum sempurna. Saya masih sering melakukan kesalahan tanpa sengaja karena kekurangan tenaga saat harus memacu motor dengan ban baru yang lebih menuntut fisik," ungkapnya jujur.
Marquez menambahkan bahwa meskipun kecepatan murninya sudah kompetitif, ia masih kekurangan konsistensi untuk bersaing di barisan depan selama durasi balapan penuh.
Ia berharap bisa melakukan langkah maju di seri berikutnya di Jerez guna memangkas jarak poin yang kini terpaut 36 angka dari Bezzecchi.
"Mari kita lihat apakah kami bisa membuat langkah kecil di Jerez dan perlahan-lahan membalikkan situasi ini," tutup peraih delapan gelar juara dunia tersebut.
Editor : Imron Hidayatullahh