Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pecco Bagnaia Legawa Disalip Jorge Martin di Menit Akhir: Begitulah Cara Balapan, Dia Layak Menang!

Imron Hidayatullahh • Minggu, 29 Maret 2026 | 14:24 WIB
Francesco Bagnaia memperoleh posisi kedua dalam Sprint Race MotoGP Amerika, setelah disalip secara dramatis oleh Jorge Martin. (instagram/ducaticorse)
Francesco Bagnaia memperoleh posisi kedua dalam Sprint Race MotoGP Amerika, setelah disalip secara dramatis oleh Jorge Martin. (instagram/ducaticorse)

Radar Jember  – Francesco Bagnaia nyaris menyempurnakan penampilannya di Sprint Race GP Austin 2026.

Memimpin sejak tikungan pertama hingga lap-lap terakhir, pembalap andalan Ducati Lenovo ini akhirnya harus menyerah setelah disalip secara dramatis oleh Jorge Martin (Aprilia).

Meski kehilangan kemenangan di depan mata, Bagnaia menunjukkan sikap sportif. Ia mengakui keunggulan strategi Martin yang berani mengambil risiko dengan pilihan ban yang berbeda.

Baca Juga: KABAR TERBARU: Sanksi untuk Marc Marquez Resmi Dikonfirmasi Pascainsiden dengan Di Giannantonia di MotoGP Amerika

"Saya senang dengan performa motor, tapi kehilangan kemenangan saat balapan tersisa sembilan lap lagi tentu ada rasa kecewa," aku Bagnaia.

"Martin adalah satu-satunya yang berani menggunakan ban belakang tipe medium, dan perjudiannya membuahkan hasil manis," tambah pria yang akrab disapa Pecco itu .

Manuver Bersih yang Tak Terbendung

Momen kunci terjadi di Tikungan 12, tempat Martin melancarkan serangan pamungkasnya.

Bagnaia mengaku sempat terkejut dengan titik pengereman Martin, namun ia menegaskan tidak ada yang salah dengan aksi agresif rivalnya tersebut.

Baca Juga: Jadwal MotoGP Amerika 2026: Menanti Gebrakan Veda Ega Pratama dan Mario Aji di COTA

"Dia tidak terbendung. Jika saya bisa menghindarinya, pasti sudah saya lakukan. Tapi serangannya sangat bersih, begitulah seharusnya cara menyalip di lintasan. Jorge benar-benar layak menang hari ini," ujar juara dunia dua kali itu dengan nada sportif.

Bagnaia menjelaskan bahwa dirinya sempat mengalami kendala getaran pada ban belakang di empat lap terakhir akibat terlalu memaksakan performa di awal lomba.

Suhu lintasan yang cukup dingin juga disinyalir menjadi faktor teknis yang menghambat lajunya di fase akhir balapan.

Sinyal Kebangkitan Sang Juara Dunia

Meski hanya finis di posisi kedua, hasil di Austin menjadi angin segar bagi Bagnaia setelah hasil kurang memuaskan di seri Thailand dan Brasil.

Ia merasa paket motor Ducati 2026 miliknya mulai menemukan ritme yang tepat, terutama dalam hal stabilitas di tikungan cepat berkat pembaruan pada komponen fairing belakang.

Baca Juga: Marc Marquez Melempem di MotoGP Brasil 2026? Dani Pedrosa Bongkar Rahasia Pahit di Balik Motornya!

Menatap balapan utama pada hari Minggu, Bagnaia tetap optimistis namun waspada terhadap faktor cuaca.

"Besok akan menjadi balapan yang sangat berat karena suhu udara diprediksi meningkat tajam. Manajemen ban akan menjadi kunci utama siapa yang akan berdiri di podium tertinggi," pungkasnya.

Editor : Imron Hidayatullahh
#cota #MotoGP Amerika #austin #aprilia #Jorge Martin #pecco #Bagnaia #ducati #MotoGP