Radar Jember - Marc Marquez bersiap menghadapi balapan utama dengan kepastian bahwa dirinya harus menjalani hukuman long lap penalty.
Meskipun pekan lalu gagal meraih hasil maksimal di Grand Prix Brasil, Marquez sebenarnya tiba di Circuit of the Americas (COTA), Austin, dengan status sebagai salah satu pembalap favorit.
Sayangnya, ia hanya mampu mengamankan posisi start keenam di sesi kualifikasi. Nasib sial berlanjut di sesi Sprint Race, di mana ia terjatuh dan ikut menyeret pembalap VR46 sekaligus peraih pole position, Fabio Di Giannantonio.
Baca Juga: Jadwal MotoGP Amerika 2026: Menanti Gebrakan Veda Ega Pratama dan Mario Aji di COTA
Kini telah dikonfirmasi bahwa Marquez dijatuhi sanksi hukuman long lap untuk balapan utama. Hukuman tersebut menyusul manuvernya di awal-awal Sprint Race saat hendak merebut kembali posisinya dari Di Giannantonio.
Pembalap asal Cervera itu masuk ke tikungan dengan kecepatan yang terlalu tinggi sehingga menabrak sang pembalap Italia.
Dilansir dari Motosan, juara dunia sembilan kali ini mengakui keteledorannya saat pengereman dan menjelaskan kronologi insiden tersebut.
"Itu adalah kesalahan yang membawa konsekuensi karena kami membuat pembalap lain ikut terjatuh. Rasanya lebih menyakitkan ketika Anda membuat orang lain ikut terseret saat terjatuh. Namun, besok kami harus menerima sanksi akibat hal tersebut dan kami akan mematuhinya," ungkap Marquez.
Baca Juga: Marc Marquez Melempem di MotoGP Brasil 2026? Dani Pedrosa Bongkar Rahasia Pahit di Balik Motornya!
Ia juga menambahkan detail teknis terkait kecelakaan itu.
"Di Tikungan 12 itu, saya tidak memperhitungkan efek slipstream dari tiga motor di pengereman pertama. Ada momen di mana motor tidak mau berhenti, sementara di sisi luar tidak ada ruang. Jadi saya memutuskan memotong ke dalam dan berbelok ke luar. Namun, saat saya melakukan perubahan kemiringan di trek tersebut, ban depan kehilangan cengkeraman dan saya tidak bisa berbuat apa-apa. Sialnya, Di Giannantonio yang sama sekali tidak bersalah juga harus menanggung akibatnya," ungkapnya.
Terkait komunikasinya dengan Di Giannantonio pasca-insiden, Marquez mengonfirmasi bahwa dirinya sudah meminta maaf secara langsung.
Pembalap berjuluk The Baby Alien ini juga dengan sportif menerima keputusan dari Race Direction.
"Permintaan maaf itu tidak banyak mengubah keadaan. Saya paham, pada akhirnya Anda melakukan kesalahan dan hal-hal seperti ini bisa saja terjadi. Jelas saya akan dihukum karena hal ini, dan saya rasa saya memang pantas dihukum. Kami harus menerimanya," tegas Marquez.
Ketegangan di Sesi Kualifikasi dengan Bezzecchi dan Marini
Di sisi lain, saat ditanya mengenai insiden dirinya yang sempat terhalang di sesi kualifikasi, Marquez menjelaskan kesalahpahaman di lintasan dengan Marco Bezzecchi dan Luca Marini.
Ia enggan memperpanjang masalah tersebut dan menganggapnya sebagai insiden balap biasa.
"Hal seperti itu biasa terjadi. Di MotoGP laju motor sangat cepat. Kesalahan sekecil apa pun atau sedikit saja perubahan kecepatan akan sangat terasa. Di kualifikasi pada putaran ketiga tersebut saya sedang memacu kencang, dan saya rasa mereka tidak menduganya. Di trek lurus belakang itulah ia (Bezzecchi, Red) mengerem terlalu awal. Saya hampir saja menabrak Bezzecchi karena dia mengerem di tempat yang tidak saya duga. Tetapi dia juga tidak tahu kalau saya sedang datang menyusul di belakangnya. Jadi dia melakukan kesalahan di sana, dia sudah dihukum untuk itu, dan urusan selesai," jelasnya.
Menatap balapan utama di mana ia harus start dari posisi keenam serta menjalani hukuman long lap, Marquez menegaskan kesiapannya untuk tetap berjuang semaksimal mungkin.
"Hari ini saya melakukan kesalahan dan besok kami akan membayarnya. Kami sudah membayarnya hari ini, kami akan membayarnya lagi besok, dan setelah itu selesai. Kami akan keluar untuk menjalani sanksi dan melakukan balapan kami sendiri," pungkasnya.
Editor : Imron Hidayatullahh