Radar Jember – Pernyataan Marc Marquez sebelumnya yang menyebut, "Saya memenangkan gelar di tahun pertama," sempat dianggap sebagai serangan mental terhadap Pedro Acosta.
Namun, Marc segera meluruskan spekulasi tersebut. Ia menegaskan bahwa hubungan mereka baik-baik saja dan ia hanya menjawab pertanyaan berdasarkan fakta sejarah.
"Tidak, saya sedang mengibarkan bendera putih. Saya sedang berdamai dengan diri sendiri. Fokus utama saya sekarang adalah mencari fondasi yang tepat untuk membangun masa depan yang baik tahun ini," ujar pembalap Ducati Lenovo tersebut.
Target Gelar Ke-10: Itu Adalah Hadiah, Bukan Keharusan
Mengenai ambisi meraih gelar juara dunia ke-10, Marc kini memiliki sudut pandang yang lebih dewasa dan tenang. Setelah melewati berbagai cedera parah, ia mengaku tidak lagi merasa terbebani oleh ekspektasi.
Namun ia mengakui ambisi tetap ada: "Kami akan terus mencari dan mengerjakannya dengan ambisi yang sama seperti biasanya."
Meski begitu, Marquez mengaku kini ia membalap tanpa tekanan. "Namun, saya melakukannya tanpa rasa 'keharusan'. Setelah apa yang saya lalui pasca-cedera, apa pun yang datang setelah gelar kesembilan adalah hadiah. Saya merasa damai dan sangat tenang," ungkap Marquez.
Baca Juga: Valentino Rossi: Kalahkan Marquez dengan Motor yang Lebih Buruk? Itu Mustahil!
Realitas Fisik dan Adaptasi Ducati
Marc juga berbicara jujur mengenai tantangan fisik yang ia hadapi di awal musim 2026 ini. Ia menekankan bahwa definisi ‘100 persen’ bagi seorang atlet akan selalu berubah setelah mengalami cedera serius.
"Setelah setiap cedera, level 100 persen Anda akan berubah. Kadang turun satu poin, kadang turun sepuluh poin—yang bagi seorang atlet adalah angka yang luar biasa besar. Saat ini, fisik saya sudah cukup untuk memperebutkan podium, tapi saya ingin melangkah lebih jauh untuk menemukan kembali kelincahan yang saya miliki tahun lalu," katanya.
Menanggapi Performa Ducati di Thailand
Meski Ducati dianggap ‘melempem’ di Buriram dibandingkan musim lalu, Marc tetap optimistis. Ia mengingatkan bahwa meski tidak menang, ia memulai balapan dari posisi kedua dan hampir mengamankan podium pada hari Minggu jika tidak ada insiden ban.
"Tentu kami akan lebih senang jika memulai dengan pole dan kemenangan seperti tahun lalu, tapi hasil kemarin pun tidak buruk sama sekali," pungkasnya.
Editor : Imron Hidayatullahh