Radar Jember - Ducati resmi memulai musim 2026 dengan cara yang sangat simbolis: memperkenalkan dua livery ikonik sebagai bagian dari perayaan 100 tahun Ducati (1926–2026).
Momentum itu dipilih tepat pada tes MotoGP Valencia, yang menjadi panggung pertama untuk menampilkan desain bernuansa sejarah sekaligus mengawali pengembangan teknis motor musim depan.
Dua motor dengan tampilan baru langsung mencuri perhatian di lintasan Ricardo Tormo.
Keduanya hadir sebagai penghormatan terhadap model legendaris Ducati yang berjaya pada era 1970-an—periode emas Borgo Panigale di dunia balap.
Baca Juga: Bagnaia Akhirnya Tersenyum: Motor Ducati 2026 Beri Harapan Baru Setelah Musim 2025 yang Suram!
Dua Livery Bersejarah untuk Menyambut Tahun Centenario
Untuk tes pramusim pertama ini, Ducati menghadirkan dua corak yang sama sekali berbeda dari livery standar MotoGP mereka.
Sejak awal November, Ducati sudah menggoda publik melalui media sosial dengan pesan bahwa mereka akan “menghidupkan kembali warna-warna yang pernah menorehkan sejarah”.
Filosofinya jelas: menghubungkan masa lalu untuk mempertegas masa depan inovatif mereka.
- Livery Ducati 750 Imola Desmo (1972)
Motor pertama mengadopsi desain Ducati 750 Imola Desmo—motor yang melegenda setelah kemenangan ganda Paul Smart dan Bruno Spaggiari pada 200 Miles of Imola 1972.
Ciri khasnya adalah efek glitter pada fairing, elemen visual yang jarang ditemui di MotoGP modern dan menjadikan tampilannya paling mencolok sepanjang tes.
- Livery Ducati 750 Supersport Desmo (1975)
Motor kedua menampilkan warna kuning cerah yang terinspirasi Ducati 750 Supersport Desmo, motor yang mengantarkan Franco Uncini meraih gelar juara Italia kelas 750cc tahun 1975.
Warna dominan yang kontras ini membuat tampilannya langsung mencuri perhatian di trek—jauh dari palet warna Ducati yang biasanya merah dan hitam.
Kendati dua motor ini mencuri sorotan visual, tujuan utama Ducati di Valencia tetaplah teknis: memulai pengembangan komponen kunci untuk paket MotoGP 2026.
Bagnaia, Alex Marquez, dan Bulega Jalani Misi Pengembangan
Tes Valencia punya bobot penting bagi Ducati, terutama melihat kondisi Pecco Bagnaia yang menutup musim 2025 dengan serangkaian hasil buruk.
Ia tujuh kali gagal finis, termasuk lima kali berturut-turut antara Indonesia hingga Valencia.
Ia juga kehilangan posisi ketiga klasemen dan turun ke peringkat lima.
Tes ini menjadi peluang Bagnaia untuk melakukan reset dan memulihkan rasa percaya diri.
Absennya Marc Marquez—yang masih menjalani pemulihan cedera bahu—mengubah komposisi tim tes Ducati.
Posisi itu kini diisi oleh Nicolo Bulega, yang bersama Bagnaia dan Alex Marquez akan menyelesaikan sebagian besar program pengembangan.
Kedua pembalap Italia, Bagnaia dan Bulega, juga menjadi yang pertama mengaspal memakai livery historis Ducati di Valencia.
Awal dari Tahun Bersejarah Ducati
Tes Valencia bukan hanya kesempatan menjajal komponen baru.
Ini merupakan langkah pertama Ducati memasuki tahun paling penting dalam sejarah mereka.
Perayaan 100 tahun Ducati tidak hanya dirayakan lewat simbol, tetapi juga melalui strategi jangka panjang.
Menguatkan warisan, memperkuat identitas, dan menyiapkan fase baru dalam perjalanan mereka di MotoGP.
Dengan dua motor bernuansa masa lalu dan fokus teknis yang diarahkan pada masa depan, Ducati mengirim pesan jelas di awal 2026: merayakan sejarah sambil tetap bergerak maju.
Editor : Imron Hidayatullahh