Radar Jember – Joan Mir tak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai gagal finis di MotoGP Indonesia 2025 di Sirkuit Mandalika, Minggu (5/10/2025).
Pembalap Honda itu mengaku “marah besar” setelah motornya tidak bisa dikendarai pada lap-lap awal dan membuatnya terjatuh di Tikungan 16 hanya di lap kedua.
Padahal, sehari sebelumnya, Sabtu (4/10), Mir tampil impresif dengan finis kelima dan menjadi pembalap Honda terbaik di Sprint Race.
Ia datang ke balapan utama dengan harapan besar untuk mengulang podium Motegi.
Terutama setelah performa Honda mulai membaik dalam beberapa seri terakhir.
Namun, nasib berkata lain.
“Saya sangat marah hari ini karena kehilangan kesempatan bertarung untuk podium,” ujar Mir, dilansir Radar Jember dari laman Crash.
“Kami harus memahami apa yang terjadi dengan ban belakang tipe medium. Motor benar-benar tidak bisa dikendarai di dua lap pertama. Mustahil membuat suhu ban naik,” tambahnya.
Mir menjelaskan bahwa ia tidak sedang berduel dengan pembalap lain saat jatuh.
“Saya tidak sedang mencoba menyalip siapa pun. Saya hanya berusaha memanaskan ban, tapi setiap kali mengerem, motor selalu melebar. Kami kehilangan sesuatu secara teknis hari ini. Kami harus menganalisis dan belajar untuk masa depan,” katanya.
Baca Juga: Marc Marquez Ungkap Detik-Detik Tabrakan Hebat di MotoGP Indonesia: Saya Langsung Terbang!
Aneh dan Menyulitkan: Mandalika Jadi “Mimpi Buruk” bagi Banyak Pembalap
Sirkuit Mandalika dikenal sebagai lintasan dengan suhu ekstrem, membuat Michelin memasok ban belakang dengan konstruksi khusus yang lebih keras.
Menurut Mir, hal ini berperan besar terhadap insiden yang ia alami.
“Lintasan ini dan tipe bannya berbeda, lebih keras. Tahun ini Mandalika benar-benar mimpi buruk bagi semua pembalap,” jelasnya.
“Balapannya aneh—ritmenya sangat lambat dan tidak ada yang bisa benar-benar memaksa. Hanya Fermin (Aldeguer) yang tampil luar biasa,” ungkapnya.
Mir menilai balapan kali ini berjalan tidak normal, karena banyak pembalap di luar nama besar yang mampu bersaing di depan.
“Semua orang punya peluang podium. Itu bagus di satu sisi, tapi kami harus memahami agar hal seperti ini tidak terulang. Karena sekarang motor Honda sudah lebih kompetitif—konsekuensinya juga jadi lebih besar,” tegasnya.
Rekan setimnya, Luca Marini, berhasil menyelesaikan balapan di posisi keempat.
Hanya terpaut 1,2 detik dari podium yang diraih Alex Marquez.
Meski begitu, kegagalan Mir menjadi pukulan berat bagi tim Honda yang tengah bangkit.
Editor : Imron Hidayatullahh