Radar Jember – Marc Marquez bersiap menulis babak baru dalam sejarah MotoGP.
Jika berhasil finis pertama di Sirkuit Motegi, Jepang, pekan depan, rider Ducati itu akan meraih dua pencapaian luar biasa sekaligus.
Mengunci gelar juara dunia kesembilan, dan mencatatkan kemenangan ke-100 sepanjang kariernya.
Musim ini, Marquez hanya gagal naik podium ketika terjatuh.
Sisanya, ia menunjukkan dominasi penuh dengan Ducati Desmosedici GP25.
Membuat publik menanti-nanti momen bersejarah di Motegi.
100 Kemenangan, Catatan Legenda
Sejak debut di 2008, Marquez sudah mengoleksi 99 kemenangan di berbagai kelas.
Kemenangan pertamanya diraih di Mugello 2010 (kelas 125cc).
Kini, ia hanya butuh satu kemenangan lagi untuk bergabung dengan klub eksklusif para legenda:
Giacomo Agostini–122 kemenangan, 15 gelar dunia.
Valentino Rossi–115 kemenangan, 9 gelar dunia.
Marc Marquez–99 kemenangan, 8 gelar dunia.
Angel Nieto menempati urutan berikutnya dengan 90 kemenangan.
Marquez berpeluang menjadi rider ketiga yang menembus angka 100, menyamai Agostini dan Rossi.
Dari Cedera Panjang ke Era Ducati
Perjalanan Marquez menuju angka 100 tak mudah.
Setelah cedera serius di Jerez 2020 yang mematahkan lengan kanannya, ia harus menepi lama dan menjalani empat operasi.
Selama lebih dari 1.000 hari, ia absen dari podium tertinggi.
Baru pada 2024, bersama Gresini Ducati, ia kembali menang di MotoGP Aragon.
Kemenangan itu bukan sekadar akhir penderitaan.
Tetapi juga awal dari era baru yang kini membawanya di ambang rekor bersejarah.
Momen yang Dinanti di Motegi
Motegi punya arti spesial bagi Marquez.
Trek ini sering cocok dengan gaya balapnya, namun juga jadi tempat rivalitas ketat berlangsung.
Kini, bukan hanya publik Jepang, tapi juga seluruh penggemar MotoGP di dunia menanti apakah “Baby Alien” akan menuntaskan misi ganda: mengunci gelar dunia ke-9 sekaligus kemenangan ke-100.
Editor : Imron Hidayatullahh