Radar Jember - Hasil buruk kembali menaungi Francesco “Pecco” Bagnaia di MotoGP Catalunya.
Setelah hasil buruk kualifikasi yang membuatnya start dari posisi paling belakang, juara dunia tiga kali itu gagal bangkit di Sprint Race dan hanya finis di urutan ke-14.
“Sungguh hari yang mengerikan. Aku kesulitan sepanjang musim, tapi tetap berharap ada titik balik setelah Balaton. Sayangnya, sejak kemarin sudah bertemu banyak masalah. Ada sektor di mana saya bisa lebih baik, tapi di bagian lain saya kehilangan terlalu banyak waktu,” ujar Bagnaia, kecewa, dikutip Radar Jember dari laman Crash.
Menurut Bagnaia, target realistisnya saat ini hanyalah menembus 10 besar.
“Besok saya akan coba masuk 10 besar. Itu batas tertinggi yang bisa saya raih sekarang. Saya tak mau membandingkan motor GP25 dengan GP24. Saya hanya berusaha bekerja dengan apa yang saya punya. Marquez membuktikan meski bukan yang tercepat, dia tetap bisa menang. Saya hanya bisa mengakui itu,” ungkapnya.
Bagnaia juga menjelaskan bahwa ia masih belum menyatu dengan Desmosedici GP25.
“Saya merasa selalu berada di ambang crash. Bahkan hari ini saya hampir jatuh tujuh kali. Padahal lap saya satu setengah detik lebih lambat dari musim lalu. Ironisnya, ketika lebih cepat tahun lalu, saya tidak pernah mengalami hal seperti ini,” kata Bagnaia.
Meski frustrasi, Bagnaia menegaskan tidak akan menyerah.
“Saya tahu terdengar seperti kaset rusak karena terus mengulang hal yang sama. Tapi, saya harus terima situasi ini, fokus membalap, dan berusaha memaksimalkan apa yang ada. Tim juga berusaha, kami harus tetap solid,” tegasnya.
Ketika ditanya apakah ini masa terberat dalam kariernya, Bagnaia hanya menjawab singkat.
“Saya tidak punya waktu memikirkan hal itu. Yang penting sekarang adalah tampil sebaik mungkin,” jawabnya.
Editor : Imron Hidayatullahh