BADEAN, Radar Ijen – Mempelajari ilmu tentang merancang tamiya secara otodidak, tampaknya membuat Wildhan Ahmad Irfani tak sanggup bersaing dengan mekanik tamiya lainnya. Dari awal yang seperti itu, tak disangka, bisa mendapat pesanan merancang mobil tamiya dari luar negeri. Yakni Kanada.
Pria yang akrab disapa Fani tersebut mengatakan, semua bermula atas kesukaan dan kesediaannya belajar merancang mobil tamiya secara otodidak. Di samping itu dia juga sadar bahwa dia akan membangun karir bisnisnya dalam bidang ini. “Saya itu tipikal yang kalau mau berbisnis, tidak perlu riset, pokok suka dan mau saja, ya saya lakukan,” ungkap pria lulusan perguruan tinggi di Malang tersebut.
Pada tahun 2022, dia mulai membuka penyewaan sirkuit mobil tamiya. Beranjak ke tahun 2023, merambah dunia audio visual. Melalui platform Youtube, dia membahas tentang seluk-beluk mobil tamiya. Hingga kini, kanal Youtube-nya yang bernama FN Toys telah mendapat 11 ribu subscribe.
Fani mengakui, di Bondowoso kegemaran akan tamiya sangat minim. Hal itu juga disebabkan minimnya riset yang dia lakukan. Sehingga, sekarang kebanyakan pelanggannya merupakan penggemar tamiya dari luar kota, luar pulau, bahkan luar negeri. “Di Bondowoso belum ramai tamiya seperti ini,” tuturnya.
Namun, saat ini Fany telah mengupayakan untuk mengadakan balap tamiya secara rutin setiap bulan di satu-satunya mall Bondowoso. Bukan tanpa alasan, selain memuaskan rasa ingin bermain tamiya, hal itu juga dilakukan untuk menarik minat masyarakat Bondowoso terhadap mobil tamiya.
Saat ini saja, toko yang dikelolanya, yang secara khusus melayani jasa perakitan (build) mobil tamiya, telah memiliki belasan karyawan yang tidak hanya berasal dari Bondowoso saja. “Saya lebih suka menyebutkan teman kerja, ada sekitar 14 teman kerja saya. Ada juga yang dari Jember,” pungkasnya.(hlb/qal)
Editor : Radar Digital