PESATNYA perkembangan teknologi saat ini, berbarengan dengan maraknya produk kendaraan motor yang juga semakin canggih, bahkan dilengkapi dengan teknologi kekinian. Namun, cerita itu tidak terjadi pada kendaraan motor jenis vespa. Kendaraan yang ada jauh sebelum kemerdekaan itu malah semakin digemari oleh sejumlah masyarakat lantaran tampilannya yang klasik.
Tak terkecuali di Bondowoso, kendaraan yang telah berumur puluhan tahun itu nyatanya terus menarik banyak orang untuk menggemarinya. Pertama, ada nilai klasik yang melekat pada motor dua tak tersebut. Bahkan, seolah membawa pengendara pada zaman sebelumnya kemerdekaan, dimana motor tersebut tengah berada di puncak kejayaannya.
Selain itu, ada nilai solidaritas antara sesama penggemar motor Vespa klasik ini. Hal itu disampaikan oleh pecinta Vespa asal Kelurahan Tamansari, Bondowoso, Agus Propianto. Menurutnya, sesama pengendara Vespa mempunyai naluri solidaritas lebih tinggi dibanding pengendara motor lain. "Saya pernah mengalami trouble di jalan, motor saya itu mati, lalu tidak sampai 10 menit, ada pengendara Vespa yang berhenti lalu membantu saya," katanya.
Dia menjelaskan, sebagian dari pecinta Vespa itu juga tergabung dalam komunitas. Mereka pun kerap berkendara bersama dengan rute yang cukup jauh. "Kalau ke arah timur, paling jauh saya sampai ke Sumbawa, kalau ke arah barat paling jauh ke daerah Sumatera. Itu rombongan bersama dengan teman komunitas," imbuhnya.
Dengan rute tersebut, Agus menambahkan bahwa mesin motor tua itu tidak perlu diragukan kemampuannya. Bahkan, dibanding dengan motor keluaran terbaru juga tidak kalah tanggung. "Selama saya di Vespa, kalau masalah mesin sudah teruji, jadi meskipun tua tidak kalah dengan motor terbaru," terangnya.
Dia mengaku, bahwa keseruannya mengendarai Vespa juga terletak dari umurnya. Bahkan, sampai saat ini masih termasuk barang langka. "Bahkan, kalau terjadi kerusakan juga ada bengkel khususnya, karena peralatannya juga khusus," tukasnya. (mun/mau)
Editor : Radar Digital