JENIS peliharaan saat ini semakin beragam. Membuat seseorang bebas menentukan hewan kesukaannya. Cerpelai salah satunya, meski dikenal dengan kebuasannya, nyatanya dapat dijadikan peliharaan jinak yang membuat pemiliknya dapat tampil beda.
Cerpelai memiliki banyak julukan, dalam bahasa Jawa, namanya biasa disebut Garangan. Hewan jenis mamalia satu ini masih berkerabat dekat dengan musang. Kebiasaannya yang acap kali menjilat dan menghisap darah mangsanya, tentu membuat orang yang ingin memeliharanya akan berpikir berulang-ulang. Selain kukunya yang tajam, ia adalah perenang yang mahir dan menjadi predator ulet pada habitat aslinya.
Karnivora kecil yang memiliki nama ilmiah Hespestes javanicus ini rupanya dapat menjadi peliharaan jinak. Acapkali pemiliknya menjadi terlihat tampil beda dan mendapat sorotan saat bersama cerpelai. Abdurrahman salah satunya, pemelihara cerpelai atau garangan di di Kelurahan Kepuharjo, Lumajang. Dia mengaku ingin berbeda dari orang lain.
Menurutnya, cerpelai tergolong hewan yang mudah untuk dijinakan, dan jarang dimiliki orang lain. Sekilas, tubuhnya yang kecil tidak membuat hewan ini tampak seperti petarung, namun siapa sangka, cerpelai dapat membunuh mangsa yang ukurannya hampir sama besar dengan bobot tubuhnya. Bahkan, predator pemangsa terkadang harus berhati-hati dengan mamalia licik dan pemberani ini. “Itulah yang membuatnya lebih beda untuk dipelihara,” ungkap Abdurrahman.
Mamalia yang seringkali menjadi hama bagi peternak unggas ini memiliki ciri berbeda dari musang. Tubuhnya panjang dan lentur, hidung lebih lancip, bulu tubuh tebal dan memiliki minyak anti air berwarna coklat tua atau hitam. Nalurinya yang liar, tentu menjadikannya peliharaan di rumah merupakan tantangan besar bagi pemiliknya. “Lebih menantang, tapi tidak semengerikan rumornya dan masih bisa dijadikan peliharaan, kok,” jelasnya sembari berinteraksi dengan cerpelai kesayangan. (has/sil)
Editor : Radar Digital