https://radarjember.jawapos.com/main_yuk/26/02/2023/main-bekel-jadi-kesukaan-anak-perempuan/
Bola karet berukuran bola pimpong itu, dipegang erat-erat oleh Latifah. Secara bersamaan, dia kemudian melepas bola dan menabur biji bekel yang dipegang tangannya. Anak 8 tahun asal Desa Karangmelok, Kecamatan Tamanan itu begitu fokus, untuk menangkap bola sambil menghimpun satu per satu biji bekel yang ditabur.
Permainan itu dinamakan bekel atau bola bekel. Sementara untuk biji bekelnya sendiri, bentuknya juga unik. Tidak seperti biji buah-buahan. Biji bekel yang terbuat dari logam, akan menimbulkan suara asyik saat ditabur di lantai.
Ada enam biji bekel yang harus diambil saat memantulkan bola. Pada awal permainan, seluruh biji dan bola dipegang dalam satu genggaman tangan. Pemain akan melontarkan bola ke atas sambil melepas semua biji bekel yang ada di tangan. Satu kali pantulan, bola harus ditangkap lagi dengan tangan. Setelah itu lempar lagi untuk mengambil satu biji yang ada di lantai.
Setelah berhasil menggenggam seluruh biji, selanjutnya melepas lagi biji tersebut, lalu diambil lagi dengan satu pantulan bola. Sistemnya permainannya akan terus sama seperti ini. Saat berada di level tertentu biji bekel yang telah ditabur tidak hanya ambil saja, tapi juga dibalik ke berbagai bentuk yang seragam. "Matinya sampai di mana tadi harus diingat, nanti kalau sudah gilirannya, tinggal melanjutkan," Latifah.
Permainan ini tidak membatasi jumlah maksimal pemain, paling tidak ada dua orang yang saling beradu tantangan sampai berhasil mencapai babak akhir, yakni menangkap enam bola sekaligus. "Kalau pemainnya banyak tambah seru," ujar Rina teman Latifah yang kini masih duduk di bangku kelas IV SD. (mun/dwi) Editor : Maulana Ijal