https://radarjember.jawapos.com/main_yuk/29/01/2023/serunya-saat-bongkar-komponen-tamiya/
Di Lumajang, mereka yang hobi bermain Tamiya itu berkumpul dalam wadah komunitas Mini 4WD Lumajang. Komunitas ini baru terbentuk dua pekan lalu. Meski demikian, peminatnya sudah puluhan orang. Mulai anak-anak hingga orang dewasa.
Sejatinya, para pecinta Tamiya ini memang sudah ada lama. Namun, sempat vakum beberapa tahun. Baru awal tahun ini, mobil mini four wheels drive (4WD) kembali dimainkan.
Salah satu penghobi, Febri Ramanda mengaku ada sensasi berbeda saat memainkan kembali permainan ini. Sebab lebih dari sepuluh tahun, dirinya tidak pernah bermain tamiya. “Kelasnya sekarang sudah ada banyak. Mulai set box bawaan pabrik sampai yang sudah dimodif,” katanya.
Febri menuturkan, kelas yang cocok bagi pemula adalah STB atau Standard Tamiya Box. Sementara, di tingkatan atasnya ada Standard Tamiya Original (STO). Ini sudah boleh dimodif namun tetap menggunakan produk dari merek Tamiya saja. Sementara di atasnya ada kelas side damper dan speed. “Biasanya yang dimainkan kelas STO dan STB,” tuturnya.
Cara bermainnya tidak banyak berbeda. Tiga mobil Tamiya diletakkan di masing-masing jalur. Mobil langsung meluncur start box. Ketiganya beradu cepat melewati lintasan atau trek yang sudah dibentuk. Panjangnya 25 meter dilengkapi dengan trek lurus, berkelok, naik, turun, hingga trek yang dibuat agar Tamiya melompat.
Aspek penilaiannya menggunakan sistem tiga lap dan dipilih yang tercepat. “Yang paling cepat, dia yang menang,” ujarnya. Selama melaju itu, ada beberapa aturan lagi. Misalnya, jika mobil lompat dan keluar dari jalur, maka dianggap diskualifikasi. Namun, jika masih dalam satu lintasan, bisa dilanjutkan.
Kecepatan masing-masing mobil dan kelas itu berbeda-beda. Tergantung komponen Tamiya. Kecepatan kelas STB sekitar 30 km/jam. Sementara kelas STO bisa sampai 40 km/jam. “Nah, kelas yang di atasnya atau speed itu bisa lebih dari 50 km/jam,” jelasnya.
Hal itu menjadikan permainan ini semakin unik. Sebab, mereka bak mekanik yang harus menyiapkan Tamiya agar melesat cepat. (kin/nur)
FOTO-FOTO: MUHAMMAD SIDKIN ALI/RAME Editor : Maulana Ijal