https://radarjember.jawapos.com/main_yuk/22/01/2023/style-motor-chopper-dengan-jaket-army-hingga-sepatu-boots/
Salah satu pemilik, motor Honda GL dimodif custum ala moge adalah Ubaidillah. Pria yang berprofesi sebagai ojek online atau ojol, hampir setiap hari memarkir motornya di café daerah Patrang. Tujuannya, untuk memberikan tampilan café lebih berkelas dengan hadirnya motor custom.
Ubaid sapaan akrab Ubaidillah, dengan bentuknya motor yang unik membuat, sering memikat perhatian para pengunjung cafe. Konsep modifikasi yang diusung untuk tunggangannya tersebut adalah model Harley Davidson. Dalam dunia modifikasi motor custom, konsep itu dikenal dengan istilah chopper. “Penampakannya motor custom jenis ini menggunakan potongan atau chop untuk memperpanjang garpu depan,” terangnya.
Para pelaku modifikasi jenis ini lebih senang dipanggil builder ketimbang modifikator. Sebab, yang mereka lakukan bukan hanya sekadar memodifikasi motor, tapi membangun sebuah motor kebentuk baru mulai dari nol. Pembangunannya biasanya mulai dari rangka sampai kebagian-bagian mesin. Proses ini yang membuat kesan tersendiri bagi pecinta motor custom.
Gaya chopper merupakan modifikasi yang ekstrem. Karena hanya bagian mesin dari motor itu sendiri yang masih dipertahankan. Hal lainnya dirombak total, seperti rangka motor, suspensi, hingga roda. Dengan perubahan yang cukup ekstrem, biaya modifikasi motor custom bergaya chopper terbilang cukup mahal. Yakni kisaran Rp 10 juta ke atas. “Besaran biaya itu relatif, tergantung keinginan pemilik. Setidaknya bisa Rp 10 juta ke atas,” ucapnya.
Meurut Ubaid, berkendara menggunakan chopper memiliki sensasi tersendiri. Sebab, dia merasa gagah saat berkendara dengan motor choppernya dan pasti menjadi pusat perhatian saat di jalanan. “Sensasinya ketika di jalan itu beda dengan mengendarai motor biasa, lebih gagah,” imbuhnya.
Namun, di balik kegagahan saat mengendarai, pastinya motor bergaya chopper memiliki kekurangan. Saat dikendarai cenderung tidak nyaman, karena motor ini mempunyai rangka yang rigid atau tidak memiliki suspensi belakang. Oleh karena itu mengendarai motor ini membuat pinggang terasa sakit dan pegal. “Karena kekurangannya, motor bergaya chopper hanya mengedepankan penampilan dibandingkan kenyamanan,” pungkasnya.(qal/dwi) Editor : Maulana Ijal