Di dalam permainan boi-boian terdapat beberapa peran yang sangat menantang. Peran pertama adalah seorang penjaga susunan sandal. Menjadi penjaga butuh kehati-hatian dan kejelian dari mereka yang hendak merobohkan susunan sandal. Di situlah anak yang berperan sebagai penjaga merasa tertantang untuk memantau serangan lawan.
Peran kedua adalah mereka yang bersembunyi agar tidak kelihatan oleh penjaga. Mereka juga mempunyai tugas agar dapat mengecoh penjaga untuk jauh dari susunan sandal. Hal ini perlu kekompakan dan strategi yang baik antarteman. Di sinilah, mereka dari semua elemen peran tersebut memainkan keterampilan yang dimiliki masing-masing. "Iya seru sekali, apalagi bisa merobohkan susunan sandal yang dijaga ketat," kata Najwa Naila Ajmal, salah satu anak yang gemar bermain boi-boian.
Mereka yang berhasil mengecoh penjaga, diibaratkan sebagai pahlawan. Sebab, teman-temannya yang sudah diketahui persembunyiannya oleh penjaga, dapat bersembunyi lagi di tempat yang berbeda. Hal ini yang menjadi nilai keseruan dalam permainan tradisional tersebut. Selain keseruan, juga ada nilai latihan terampil bagi anak. "Kalau sudah bisa gusur itu, saya bisa menyelamatkan teman saya," imbuhnya.
Hampir setiap pulang sekolah, mereka telah merencanakan permainan tersebut, bahkan jam pertemuannya pun diaturnya. Mereka bermain sampai menjelang Magrib, dengan penuh kebahagiaan, dan tanpa beban. "Kalau sudah tarhim, kami pulang," timpal Mareta Alfia, teman akrab Najwa.
Jurnalis: Ahmad Ma'mun
Fotografer: Ahmad Ma'mun
Editor: Nur Hariri Editor : Maulana Ijal