Berlokasi sekitar 30 kilometer atau satu jam perjalanan dari Jember kota, wisata ini berlokasi di Desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe. Uniknya, diberi nama Air Terjun Tujuh Bidadari karena di sana ada tujuh air terjun yang masih satu muara. Jaraknya dari satu air terjun ke air terjun berikutnya, mulai dari 1-3 kilometer.
Bagi yang suka tantangan, wisata ini menawarkan spot mbolang yang cukup memacu adrenalin. Sebab selama perjalanan dari tempat parkir menuju lokasi wisata, pengunjung harus melewati akses yang menantang. Jalanan licin, turun hingga menaiki tebing bebatuan, siap menjadi "bumbu" selama perjalanan. Di tambah rerimbunan pohon dan hawa sejuk khas pegunungan, siap menemani selama perjalanan.
Namun setibanya di lokasi air terjun, rasa capek dan pegal-pegal bakal terbayar lunas dengan panorama keindahan alam dan kesejukan udaranya. Bahkan pengunjung bisa langsung mandi di sungai, dengan air yang sangat jernih nan segar. Apalagi jika petualangan berlanjut hingga ke air terjun ke tujuh, sebagai titik terjauh dan paling menantang, dijamin memberikan kesan yang sulit terlupakan.
Jika hendak ke lokasi, ada baiknya menyiapkan peralatan atau kebutuhan secukupnya. Dan terpenting, berpetualang rame-rame. "Tempatnya asri, sejuk, dan sangat luas biasa. Merasa puas ketika sudah sampai lokasi, walaupun payah," kata Sandi Irawan, pengunjung asal Kecamatan Tanggul bersama rekannya, saat itu.
Untuk sampai di lokasi wisata ini, pihak pengelola di sana telah menyediakan tempat parkir dan akses kendaraan yang lumayan memadai. Tiket masuknya juga dibanderol cukup merakyat, Rp 5 ribu per orang. Sementara untuk parkir kendaraan roda dua, cukup Rp 3 ribu dan roda empat Rp 5 ribu.
Di tambah, pengelola juga menyediakan taman, kolam renang, gazebo, dan aneka spot-spot foto yang instagramable, serta fasilitas umum berupa toilet dan mushola. Beragam fasilitas yang ditawarkan ini kian menambah kenikmatan berakhir pekan bersama keluarga maupun kolega.
Arie, salah satu petugas di lokasi wisata itu mengutarakan, sebenarnya area wisata Air Terjun Tujuh Bidadari itu awalnya berupa hutan belantara. Bahkan jarang terjamah. Kemudian, muncul ide untuk dikelola sebagai tempat wisata sejak beberapa tahun terakhir. "Tingkat kunjungan lumayan, apalagi pas akhir pekan, bisa cukup ramai," kata Arie.
Untuk berkunjung ke sana, pengunjung bisa datang pagi-pagi hari dan dibatasi hingga petang, atau sekitar pukul 17.00 WIB. Selain memberikan kesan aman dan nyaman, mengunjungi wisata air terjun ini sudah pasti bisa quality time, untuk keluarga, kolega maupun orang tercinta. (mun/mau) Editor : Alvioniza