Rencana sentuhan terhadap Pantai Bandealit disampaikan dalam audiensi terkait rencana kunjungan Dirjen KSDAE pada musyawarah bersama 10 desa penyangga Taman Nasional Meru Betiri, Rabu (9/2). Dalam audiensi itu, ada Kepala Taman Nasional Meru Betiri Maman Suherman serta segenap forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda). Sekretaris Daerah (Sekda) Jember Mirfano, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jember Arief Tjahjono, serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jember Hadi Mulyono.
Kepala Taman Nasional Meru Betiri Maman Suherman menyebutkan, Bandealit merupakan kawasan wisata yang sangat potensial. Hal tersebut diungkapkan kepada Bupati Jember Ir Hendy Siswanto. Namun demikian, masyarakat yang bisa berkunjung ke tempat tersebut tidaklah banyak, karena aksesnya sulit dilewati. “Karena itu, segera merealisasikan rencana pembangunan jalan merupakan cara yang tepat,” katanya.
Bupati Jember Hendy Siswanto mengungkapkan, Pemkab Jember memang memiliki rencana untuk melakukan perbaikan jalan menuju Pantai Bandealit. Hal itu bukan saja untuk tujuan mendongkrak geliat pariwisata atau mempermudah pengunjung yang hendak ke Bandealit, namun masyarakat di Bandealit dan sekitarnya layak untuk merasakan dampak pembangunan. “Ke depan, kita harus terus bersinergi,” harapnya.
Percepatan terkait kunjungan dirjen nanti, harus ada yang sudah diselesaikan. Terkait dengan MoU, dia mengharapkan pihak tata pemerintahan (tapem) sudah harus klir. Rencana terkait pembangunan sekitar kawasan Taman Nasional Meru Betiri bakal didiskusikan bersama OPD terkait. “Pembangunan wisata dengan Disparbud dan pembangunan jalan dengan dinas PU,” ungkapnya.
Menurut dia, hal tersebut merupakan suatu langkah sinergi, sehingga pihaknya tidak merasa sendirian. Dengan begitu, ada Pemkab Jember yang siap berkolaborasi mengemban salah satu potensi di Jember itu.
Tak hanya itu, Bupati Hendy juga menilai ada banyak potensi yang dapat diwujudkan jika pembangunan akses menuju Bandealit mulai rampung. “Saya ingin ada semacam rest area,” sebutnya.
Dengan begitu, bisa digunakan para pengunjung atau warga sekitar untuk beristirahat. Terutama saat berkendara di malam hari. Bahkan, masyarakat sekitar juga bisa diajak berwirausaha. “Bisa dimanfaatkan untuk para pelaku UMKM, soalnya kalau polosan kurang pas,” tuturnya.
Namun, yang paling penting, pihaknya berharap pembangunan akses menuju Taman Nasional Meru Betiri nantinya juga bisa dimanfaatkan untuk kemaslahatan warga sekitar. Tentunya dalam artian luas dan jangka panjang. (del/c2/nur) Editor : Ivona