Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Si Kepala Merah yang Menggemaskan

Safitri • Minggu, 18 Juli 2021 | 16:10 WIB
Photo
Photo
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Selain Sulcata, jenis kura-kura darat lain yang perawatannya cenderung tidak sulit serta banyak ditaksir penggemar adalah kura-kura Cherry Head. Disebut Cherry Head karena di kepalanya terdapat bintik-bintik semerah ceri yang membuatnya tampak unik dan lucu.

Kura-kura bernama latin Chelonoidis carbonarius milik Iwan berusia sekitar tiga tahun. Meski termasuk hewan pemakan yang lahap, namun ukuran tubuh kura-kura bergaris merah ini tetap mungil. Yakni di kisaran berukuran 20 sentimeter, dengan tempurungnya yang halus dan rata. "Maksimal, kalau dia tumbuh besar, ukurannya bisa sampai 50 sentimeter. Karena memang bukan hewan bertubuh besar ini. Beda dengan Sulcata yang bisa lima kali lipat besarnya," imbuh Iwan.
Photo
Photo


Namun, siapa sangka, si kura-kura dengan warna hitam merah itu justru mampu bertahan hidup hingga lebih dari 50 tahun. Meski demikian, kura-kura juga merupakan hewan yang memiliki risiko sakit atau mati jika salah dalam merawatnya. Karena itu, agak jarang ditemukan ada kura-kura Cherry Head dengan usia lebih dari 50 tahun. "Ini termasuk hewan yang minim risiko sebenarnya. Tapi, tetap harus diperhatikan pola makan dan perawatannya," tuturnya.

Kura-kura yang termasuk jenis darat ini juga mampu hidup dengan suhu di atas 30 derajat Celsius. Sebab, pada dasarnya Cherry Head merupakan kura-kura gurun yang mampu bertahan hidup dalam keadaan minim persediaan air.

Perawatannya juga cukup mudah dan murah bagi setiap pemeliharanya. "Pakannya ya cuma sayur. Bisa sawi atau selada, kadang juga labu siam dan daun pepaya. Yang penting harus dicuci dulu biar tetap higienis," katanya.

Tempat pemeliharaannya pun sederhana. Dia mampu ditempatkan di lantai atau tanah tanpa alas apa pun. "Tapi, kebersihannya tetap dijaga. Soalnya dia bisa mengeluarkan kotoran kapan saja," ungkap Iwan.

Setiap hari, kura-kura milik Iwan dibersihkan di bak berukuran 50x70 sentimeter sembari dijemur di bawah sinar matahari pagi. Hal ini demi menjaga kesehatan dan menjaga penampilan kura-kura tetap unik. Sementara, pagi adalah waktu si kura-kura untuk mandi. “Menjelang pukul 11.00 dikasih makan. Sore sekitar jam empat atau lima, saya kasih makan lagi," kata Iwan sambil membereskan pakan untuk hewan kesayangannya tersebut.

Selain bentuknya yang unik dan lucu, kura-kura berkepala merah ini juga ramah alias jinak saat dipelihara. Dia mudah beradaptasi dengan manusia, dan ternyata juga mudah diatur. Sayangnya, populasi kura-kura eksotis ini mulai langka ditemukan di Indonesia. "Dia kadang mengerti saat diminta diam atau diajak berjalan dengan kode petikan jari tangan," ucapnya.

Jurnalis: Delfi Nihayah
Fotografer: Delfi Nihayah
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Safitri
#Hewan #Main Yuk