Kedai es krim itu berlokasi tepat di pinggir Jalan Sultan Agung nomor 43 Kelurahan Kepatihan, Kaliwates. Dari pusat kota atau Alun-Alun Jember, hanya berjarak sekitar 100 meter.
Sejak berdiri pada 1960 silam, es krim ini disebut-sebut paling legendaris karena cita rasanya yang terus terjaga hingga menembus lintas generasi. Bahkan, saat ini pengelolaannya sudah dilanjutkan oleh generasi ketiga. Kabarnya, penamaan es krim ini memang sengaja mengambil Domino, yang merupakan salah satu jenis permainan kartu.
Ciri fisik paling menonjol dari es krim tersebut adalah dari bentuknya. Ada yang batangan, ada pula yang berbentuk krim dengan bentuknya yang mengusung kesan klasik dan kuno. Tapi untuk rasanya, dipastikan tak akan mengecewakan. "Rasanya manis legit. Terus tidak bikin serik ke tenggorokan," kata Mei Dinda, seorang pengunjung kedai.
Jurnalis: Maulana
Fotografer: Maulana
Editor: Mahrus Sholih Editor : Safitri