“Hiyah!” Teriak salah seorang pemancing saat mengetahui pelampungnya sempat tertarik ke dalam air. Artinya, ada ikan yang mencoba untuk memakan umpan yang terpasang pada kail. Namun sayang, ikan justru lepas. “Aduh, luput!” kata Syafi’i, warga Jalan Melati V, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, itu. Tarikannya boncos, alias tak mendapatkan hasil. Sementara itu, umpan yang terpasang pada kail juga amblas dimakan ikan. Tak mau kalah, pria 40 tahun itu kembali merangkai umpan pancing pada kail.
Namanya sudah niat, dia membawa rangkaian umpan ikan yang sudah tertata rapi di sampingnya. Mulai dari lebah, ulat bumbung, ulat daun pisang, hingga jangkrik. Sementara itu, dia menyatakan bahwa targetnya adalah ikan gurami.
Karena hanya memancing di kolam, dia menuturkan, tak perlu membawa joran alias batang pancing yang terlalu besar, asalkan sesuai, lantaran targetnya hanya gurami. Namun, gurami tidak bisa disepelekan karena sering memutuskan benang atau senar pancing. “Karena itu, harus bawa banyak persediaan senar pancing,” lanjut pria yang tergabung dalam komunitas Gebang Fishing Club tersebut.
Menurut dia, main joran tersebut memerlukan banyak hal agar bisa pulang dapat ikan. Yang pertama, jelas kesabaran dan tahu timing kapan ikan makan. Selanjutnya adalah kesiapan alat. “Selain senar, juga harus bawa kail cadangan,” paparnya. Sebab, kalau sampai tersangkut atau senar putus, otomatis kailnya juga harus ganti.
Sementara itu, persiapan umpan juga harus melimpah. “Jangan sampai pas enak mancing, pakannya habis,” candanya. Belum dapat ikan, lanjutnya, malah pulang duluan.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa memancing ikan di kolam itu lebih pasti jika dibandingkan dengan di sungai dan di laut. “Kalau di sungai sulit dapat ikan. Kalau di laut, joran yang harus disiapkan juga tidak murah,” pungkasnya. Sementara di kolam, sudah jelas ada ikan dan persiapan jorannya tak terlalu mahal.
Jurnalis: Isnein Purnomo
Fotografer: Dwi Siswanto
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Safitri