Warga sekitar menyebutnya Kucur, atau tempat wisata Kucur. Konon, dinamai Kucur karena ada sebuah sumber air di gunung tersebut. "Disebut kucur, itu bahasa Jawa, ada air yang terus-menerus mancur, kemlucur. Lalu disederhanakan namanya jadi Kucur," terang Catur, warga yang tinggal di sekitar pelawangan Pantai Pancer.
Namun ada pula warga lainnya yang menyebutkan mengenai asal nama Kucur itu. "Dulu sesepuh sini dikenal suka tirakat, salah satunya Mbah Kucur itu yang petilasannya persis di belakang saya," terang Khasiati, penjaga Wisata Kucur, saat menunjukkan petilasan yang dimaksudkannya kepada Jawa Pos Radar Jember, beberapa waktu lalu.
Tak heran, pengunjung yang datang biasanya punya dua tujuan, kalau tidak ziarah, ya wisata pemandian. "Kadang ada pula pengunjung setelah ziarah mandi di Kolam Kucur itu, karena airnya langsung dari sumber," tambah Khasiati.
Kolam Kucur memang juga ada yang menyebutkan untuk tempat minum hewan dari kawasan hutan di gunung. Biasanya lutung, atau sebangsa primata lainnya. Pengunjung yang mandi, punya keyakinan masing-masing. Mulai yang niatnya ingin mengangkat segala penyakit, pelunasan janji (nazar) atau sekadar mandi saja. Apapun niat awal, yang jelas pengunjung pasti merasakan kesegaran ari yang mengucur langsung dari sumber.
Jurnalis: Maulana
Fotografer: Jumai
Editor: Mahrus Sholih Editor : Safitri