Salah satunya adalah iguana. Sekilas bentuknya memang mirip bunglon dan juga komodo. Wajahnya juga seram. Ternyata, iguana termasuk hewan pemakan tumbuhan atau herbivora. Hewan ini tak berbahaya sama sekali. Namun karena wujudnya, hewan ini sering dijauhi oleh masyarakat.
Menurut George D Veo, salah satu anggota Komunitas Pecinta Iguana (KPI) Jember, edukasi tentang reptil masih sangat minim untuk diminati masyarakat. Apalagi, kata reptil terdengar seperti binatang pemangsa manusia.
"Sebagian mengira kalau hewan reptil itu aneh dan menakutkan. Makanya jarang orang yang mau memelihara," katanya.
Akibat hal tersebut, selama tiga tahun terakhir ini, para pecinta reptil mulai merosot. Sebab, semakin jarang masyarakat yang meliriknya. Hal ini membuat harga reptil, terutama iguana, juga semakin anjlok.
"Penurunan terjadi sejak sekitar tiga tahun lalu, ditambah pandemi ini jadi anjlok. Pecintanya juga mulai berguguran," imbuhnya.
Jika hal ini dibiarkan, tentu membuat populasi reptil akan semakin berkurang. Sebab, minimnya jumlah pecinta reptil juga menyebabkan berkurangnya orang yang berternak reptil.
Sementara itu, Riki Sarosa, salah satu pecinta reptil jenis ular mengatakan, penurunan harga reptil terjadi hampir separuh harga. Hal ini membuat pecintanya semakin tak tertarik untuk memeliharanya.
"Kalau murah, pecintanya itu merasa rugi. Karena kalau nantinya dijual kadang dipandang sebelah mata sama pembelinya. Padahal yang memelihara sudah mengeluarkan banyak modal buat perawatannya," papar Rizki.
Reporter: mg1
Fotografer: mg1
Editor: Mahrus Sholih Editor : Radar Digital