Setelah diselidiki, ternyata warung yang buka pukul 16.00 hingga 22.00 ini menyajikan menu sederhana namun tak bisa disepelekan, yakni nasi jagung. Nasi jagung bisa dibilang makanan pokok zaman dulu, namun eksistensinya tak bisa dilewatkan hingga saat ini. Dahulu, jagung cenderung lebih mudah ditanam dan dipanen pada musim kemarau, sehingga dijadikan alternatif makanan pokok saat itu.
Nah, di Warung Nasi Jagung Bu Halimah ini, pengunjung bisa menikmati nasi jagung dengan berbagai lauk. Jawa Pos Radar Jember mencoba memesan satu porsi. Jangan dibayangkan porsinya sedikit.Sebaliknya, melimpah! Lauknya pun beragam. Mulai dari tumis terong, sambal tradisional, ikan asin, hingga sayur lodeh.
Warung nasi jagung ini sudah melayani pelanggan sejak 2003 silam. Dan sejak saat itu tempat kuliner ini tak pernah sepi pengunjung. Fayrodhi Tetuko Putra, salah satu pengelola warung, menjelaskan, pembeli yang datang ke warungnya terdiri atas berbagai kalangan. Mulai dari mahasiswa hingga pegawai kantoran. Bahkan konsumennya tak hanya dari Jember, namun juga dari Bondowoso, Situbondo, hingga Surabaya.
Pembeli dari luar kota seperti Situbondo, Surabaya, dan Bondowoso datang ke warung setiap pekan. Dalam Satu kali kunjungan, biasanya mereka membeli nasi dengan porsi jumbo. “Minimal 10 bungkus porsi jumbo,” lanjutnya.
Jurnalis: Dian Cahyani
Fotografer: Dwi Siswanto
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Safitri