Menurut Koordinator TPA Pakusari RM Masbut, edukasi pengolahan sampah menjadi sangat penting untuk masyarakat Jember. Khususnya bagi pelajar yang akan menjadi sasaran utama wisata itu nantinya. "Masih banyak spot-spot yang belum kami kerjakan, terkait dengan sampah jadi energi, sampah plastik jadi BBM, hingga sampah menjadi gas metana. Di sini juga akan ada pengelolaan recycle atau daur ulang sampah," ungkapnya.
Dengan dihidupkannya kembali wisata edukasi tersebut, Masbut ingin tingkat pembuangan sampah di Kabupaten Jember dapat berangsur menurun. "Arah kami adalah mendukung Indonesia menuju zero waste atau nol pembuangan sampah pada 2030 bisa tercapai," tutur pria yang juga menjabat sebagai staf Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jember itu.
Pengerjaan wisata edukasi yang sempat viral ini, lanjut Masbut, telah berlangsung selama hampir dua bulan. Kemudian, dia menargetkan wisata tersebut dapat dibuka secara resmi pada September mendatang. "Sekitar dua atau tiga bulan lagi, insyaallah sudah dibuka untuk umum. Kami jadwalkan nanti, Senin untuk anak-anak PAUD atau TK, Selasa untuk anak SD, Rabu-Kamis itu untuk siswa SMP dan SMA, kemudian Sabtu-Minggu nanti khusus mahasiswa," katanya.
Sementara itu, salah satu karyawan yang turut memperbaiki spot wisata, Azis, menyebut, sejauh ini pengerjaan wisata masih mencapai 50 persen. Kebetulan, pengerjaan dilaksanakan pada musim kemarau. Sehingga kondisi tersebut dapat mendukung percepatan pembangunan wisata.
"Ini ada gazebo rumah botol. Untuk spot yang lama kami musnahkan. Tapi, ke depannya akan lebih banyak spot baru, karena ini lahannya harus dimanfaatkan secara maksimal," pungkasnya.
Reporter: Delfi Nihayah
Fotografer: Delfi Nihayah
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Alvioniza