Tak heran, mereka para penggemarnya menaruh kepedulian tinggi terhadap peninggalan bersejarah ini, sampai mengoleksinya. Meski harus merogoh kocek dalam untuk mendapatkan, hal itu mereka lakukan untuk meminang jersey-jersey ini.
Di Jember, kolektor jersey sulit ditemui. Rizky Adi Nugraha ini salah satunya. "Setahu saya, kolektor memang banyak. Tapi yang fokus ke jersey klub bola, mungkin hanya saya," terang pemuda 24 tahun itu.
Ia sendiri sudah mengoleksi sekitar 30 jenis jersey yang semuanya milik Persid Jember. "Sebelumnya saya mengoleksi jersey Arema Malang. Tapi, saat mau lulus kuliah, saya memutuskan ngoleksi jersey Persid," ucap alumnus Universitas Muhammadiyah (UM) Malang ini.
Rizky bukan pendatang baru di bidang kolektor jersey. Tepatnya sejak 2017 lalu, ia sudah mulai berburu dan mengoleksi jersey. Hingga pilihan koleksi terakhir jatuh pada jersey Persid Jember. Kata Rizky, koleksi jersey miliknya itu menyimpan sejarah besar sebuah klub sepak bola kebanggaan wong Jember ini.
Bahkan ia juga paham betul, bagaimana sebuah jersey menggambarkan kegarangan para penggawa klub berjuluk Macan Raung ini di era-era 70 sampai 80-an silam. "Hanya jersey inilah saksi hidup para maestro lapangan. Meski kumal, sejarahnya ini yang berharga," ujarnya.
Jurnalis: Maulana
Fotografer: Dwi Siswanto
Editor: Mahrus Sholih Editor : Safitri