Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Begini Nasib Desa Diatas Awan B29 Lumajang yang Dulu Ramai, Sekarang Kondisinya Seperti Ini

Adeapryanis • 2024-12-28 23:05:00

MENAWAN: Pesona bukit B29 atau bukit diatas awan yang terletak di Desa Argosari Kecamatan Senduro sempat ramai jadi jujugan wisatwan.(MUHAMMAD SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)
MENAWAN: Pesona bukit B29 atau bukit diatas awan yang terletak di Desa Argosari Kecamatan Senduro sempat ramai jadi jujugan wisatwan.(MUHAMMAD SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)

radarjember.id - Wisata Bukit B29 yang terletak di Desa Argosari Kecamatan Senduro memang sangat menawan. Meskipun akses menuju ke lokasi harus ditempuh lumayan jauh. Objek wisata tersebut dulu ramai dan menjadi primadona wisatawan.

Namun, kini nasibnya justru sebaliknya. Sangat sepi dan perlu sentuhan perbaikan. Tidak hanya itu, perlu dukungan seluruh pihak setempat untuk mengembalikan kejayaan objek wisata itu.

Baca Juga: Perupa Lumajang Belum Terwadahi Maksimal

Sebelumnya rest area 1 dan 2 termasuk lahan parkir dan homestay dikelola oleh Pemkab Lumajang. Sedangkan tiket masuk dari Dusun Gedok dan Dusun Argosari dikelola oleh Pokdarwis. Terjadi perbedaan harga tiket hingga akhirnya membuat Dusun Argosari vacum mulai Februari 2024 lalu.

Kemudian tarif ojek dari setiap dusun juga berbeda. Ada yang mematok harga hanya Rp 75 ribu ada juga yang sampai ratusan ribu. Ini membuat wisatawan akhirnya enggan berkunjung kembali. Mereka khawatir di prank dengan tarif ojek yang awalnya murah justru harus bayar mahal.

“Dulu kami sudah melakukan fasilitasi agar rest area dua ini dijadikan pangkalan ojek antara Dusun Gedok dan Dusun Argosari dan ternyata mereka kembali lagi seperti itu,” ucap Kabid Destinasi Dinas Pariwisata Lumajang, Ricko Dharma Putra.

Baca Juga: Begini Harapan Hasyim Kipuw Sebagai Pemain Senior di Persela Untuk Suporternya LA Mania dan Curva Boys 1967 di Laga Sisa Grup Timur Liga 2

Menurutnya peran pihak desa dinilai penting untuk menggabungkan dua dusun untuk menyamakan satu tujuan. Sehingga wisata B29 bisa ramai kembali. Termasuk, bisa meningkatkan perekonomian warga setempat.

Jika seperti ini nasibnya bakal kurang diminati. Peningkatakan kapasitas SDM juga harus dikembangkan. Apalagi, potensi kunjungan wisata dari mancanegara juga tinggi.

“Memang perlu dukungan dan peran pihak setempat. Sehingga dua dusun ini bisa menyamakan tujuan, dan pengunjung yang datang tidak kecewa dengan layanan dan tarif ojek,” pungkasnya. (dea/son/fid)

Editor : Adeapryanis
#B29 #wisata lumajang #Lumajang