radarjember.id - Pameran seni rupa kali ini tampil dengan kesan berbeda. Dengan mengusung tema Nyekel, besar harapan perupa di Lumajang punya wadah tersendiri seperti kesenian tarian yang dinilai sangat cepat mempunyai tempat untuk mengembangkan potensi pemuda.
Pameran seni rupa ini memang sudah bolak-balik tampil dengan hasil karya yang beragam. Tidak ada patokan khusus yang membuat seorang perupa harus tunduk terhadap sebuah karya yang akan dipamerkan. Mereka dibebaskan mengekspresikan karyanya. Baik dituangkan dalam goresan cat maupun bentuk printing.
Ini yang membuat, hasil karya seni rupa di Lumajang sangat mengagumkan. Tidak heran jika setiap harinya antusias kedatangan pengunjung sangat tinggi. Bahkan dalam sekali pameran ribuan pengunjung hadir hanya untuk menyaksikan dan menikmati karya pemuda Lumajang.
Seperti Nadine Maudy, warga asal Candipuro Lumajang selalu menanti even semacam ini. Kemampuannya dibidang kesenian rupa juga butuh rekomendasi karya dari orang lain untuk menambah referensi. “Saya juga suka seperti ini. Makanya rela jauh-jauh ke kota cuma buat referensi seni yang bisa diaplikasikan,” ucapnya.
Sementara itu, Fery Sinaro penggagas Artjapada atau kumpulan perupa di Lumajang ini juga resah karena mereka belum memiliki wadah yang tepat. Sehingga adanya pameran seni rupa ini menjadi gebrakan baru agar perupa bisa memiliki wadah.
“Harapannya bisa memberikan dampak positif terhadap penikmat dan pelaku seni rupa. Apalagi kami belum memiliki tempat, berbeda dengan kesenian lainnya seperti tarian yang sangat cepat terwadahi. Makanya kami usung tema nyekel ini sebagai filosofi agar kami bisa berpengaruh,” pungkasnya. (dea/son/fid)
Editor : Adeapryanis